Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir

K
Penulis: Kimda Farida❯

Advertisement

 

Donald Trump (Photo by Aaron Schwartz / AFP)
Donald Trump (Photo by Aaron Schwartz / AFP)

 

Advertisement

LombokPost--Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk segera mencapai kesepakatan baru terkait program nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Trump menyebut perundingan yang dijadwalkan dalam satu hingga dua hari ke depan merupakan kesempatan terakhir bagi Teheran untuk menghindari eskalasi perang.

Saat diwawancara di Oval Office, Senin (3/8) waktu setempat, Trump mengatakan proses negosiasi akan diawali dengan pembukaan Selat Hormuz sebelum berlanjut pada pembahasan program nuklir Iran.

Advertisement

"Fase pertama adalah pembukaan selat. Fase kedua adalah denuklirisasi. Itu akan memerlukan waktu," kata Trump seperti dilansir The Guardian. 

Trump juga memperingatkan kesabarannya terhadap Iran mulai habis.

"Ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka untuk menandatangani dokumen yang baik," ujarnya.

Jalur Sementara di Oman

Pernyataan Trump langsung dibantah Teheran.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ketegangan Selat Hormuz: Trump Beri Ultimatum Terakhir, Iran Tegas Tolak Negosiasi

Ketegangan Selat Hormuz: Trump Beri Ultimatum Terakhir, Iran Tegas Tolak Negosiasi

Donald Trump berikan ultimatum terakhir ke Iran terkait Selat Hormuz & nuklir. Teheran tegas menolak negosiasi langsung dengan AS.

Trump Klaim Mulai Negosiasi, Iran Membantah, Situasi di Sekitar Selat Hormuz Belum Stabil

Trump Klaim Mulai Negosiasi, Iran Membantah, Situasi di Sekitar Selat Hormuz Belum Stabil

Trump klaim AS dan Iran mulai berunding, tetapi Teheran membantah. Iran menyebut pembicaraan hanya dilakukan dengan Oman.

Trump Marahi Netanyahu di Gedung Putih

Trump Marahi Netanyahu di Gedung Putih

Donald Trump menegaskan kepada Netanyahu bahwa dirinya tidak memerlukan penjelasan terkait dugaan aktivitas nuklir Iran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer