Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lantai 10 RSI Siti Hajar Jadi Saksi Bisu Perburuan Hilal Penentu Lebaran 2026 di Sidoarjo

Marthadi • Kamis, 19 Maret 2026 | 19:04 WIB

Tim falakiyah Sidoarjo melakukan rukyatul hilal dari lantai 10 RSI Siti Hajar Sidoarjo. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
Tim falakiyah Sidoarjo melakukan rukyatul hilal dari lantai 10 RSI Siti Hajar Sidoarjo. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
LombokPost – Nasib ketupat dan gema takbir jutaan umat kini sedang dipertaruhkan di atas ketinggian. Pasukan "pemburu" hilal Sidoarjo resmi mengepung langit barat dari lantai 10 sebuah rumah sakit demi memastikan jatuhnya 1 Syawal 1447 Hijriah tepat saat matahari mulai tenggelam.

Aksi krusial yang berlangsung pada Kamis (19/3) ini menjadi sorotan karena Sidoarjo memegang peran vital sebagai satu dari 28 titik pengamatan di Jawa Timur. Pemilihan lokasi di puncak Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar bukan tanpa alasan; tempat ini dinilai memiliki pandangan ufuk barat yang paling "plong" tanpa gangguan visual demi akurasi tingkat tinggi.

Dikutip dari laman jawapos.com, tim yang dikerahkan tidak main-main. Sebanyak delapan personel tangguh dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFPCNU) Sidoarjo, para pegiat falakiyah, hingga mahasiswa UINSA Surabaya bersinergi menatap langit.

"Agenda ini diikuti delapan orang dari tim rukyatul hilal dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Sidoarjo, pegiat falakiyah Sidoarjo, sebagian mahasiswa UINSA Surabaya," tegas Sekretaris LFPCNU Sidoarjo, Muchammad Qolbir Rohman.

Tantangan Cuaca dan Polusi Cahaya Memburu sekerat cahaya bulan sabit muda nyatanya penuh tantangan berat. Tim harus berduel dengan potensi mendung tebal, awan yang menutup ufuk, hingga gangguan polusi cahaya perkotaan yang bisa mengaburkan pandangan.

Sesuai standar MABIMS yang ketat, hilal baru dianggap sah jika mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Momen ini sangat krusial karena posisi bulan yang sangat tipis hanya muncul dalam hitungan menit setelah matahari terbenam.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menjamin bahwa seluruh proses ini dilakukan secara profesional dan ilmiah.

"Rukyatul hilal ini adalah upaya ilmiah sekaligus syar’i dalam menentukan awal Syawal," ujarnya.

Meski hanya satu dari puluhan titik, data dari lantai 10 RSI Siti Hajar ini akan menjadi laporan penentu dalam Sidang Isbat Kementerian Agama untuk menentukan hari kemenangan bagi seluruh umat Islam.

Editor : Marthadi
#1 Syawal 1447 H #Rukyatul Hilal Sidoarjo #RSI Siti Hajar Sidoarjo #Penentuan Lebaran 2026 #sidang isbat kemenag