
LombokPost – Proses Sensus Ekonomi 2026 di NTB terus berjalan. Hingga pekan ketiga Juli 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat progres pendataan lapangan telah menembus 62,4 persen.
Dari 10 kabupaten dan kota pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Kabupaten Dompu memimpin capaian tertinggi sebesar 76,5 persen.
Sementara Kota Mataram mencatatkan progres paling rendah yakni 52,8 persen. Beberapa wilayah seperti Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Bima berada di kisaran 60 persen.
Kepala BPS NTB Wahyudin menegaskan, ketimpangan persentase antar-kabupaten/kota ini bukan dipicu kendala teknis atau penolakan di lapangan.
Hal itu dikarenakan perbedaan eksekusi strategi penetrasi wilayah.
"Dompu lebih dahulu menyasar pusat-pusat aktivitas ekonomi seperti pasar, pertokoan, dan sentra usaha. Strategi mendata titik kumpul bisnis di awal ini membuat capaian mereka melesat cepat," jelas Wahyudin.
Meski pun saat ini di posisi terbawah, Kota Mataram memiliki potensi lonjakan angka pendataan yang cukup besar dalam waktu singkat.
Kehadiran pusat perbelanjaan besar seperti Lombok Epicentrum Mall (LEM) diproyeksikan bakal mendongkrak signifikan progres pendataan. Sebab di sana terdapat sekitar 177 penyewa properti atau gerai bisnis.
Baca Juga: Tiga Wamen Kunjungi Bendungan Beringin Sila di Utan, Bidik Potensi Pusat Penggerak Ekonomi Baru
Wahyudin juga menegaskan, percepatan pendataan tetap memprioritaskan validitas serta akurasi data di atas kecepatan, sebelum tenggat akhir pada 31 Agustus 2026.
Langkah ini krusial mengingat data Sensus Ekonomi 2026 disiapkan sebagai basis pijakan Pemprov NTB.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




