LombokPost – Wajah Pelabuhan Senggigi dipastikan akan semakin modern. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) resmi menjalin kerja sama dengan PT Easybook Teknologi Indonesia untuk menerapkan sistem tiket kapal secara digital (e-ticketing).
Langkah ini diambil guna mempermudah akses wisatawan sekaligus menutup celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Dengan online, akses orang jadi lebih mudah. Kedua, karena sifatnya elektronik, ada kepastian transaksi. Semuanya terekam," ujar Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini usai menjalin kerja sama dengan PT Easybook yang diprakarsai Dinas Perhubungan Lombok Barat.
Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Lobar Antisipasi Banjir Senggigi
Dia mengungkapkan, transformasi ke sistem digital ini adalah sebuah keharusan di era sekarang.
Menurutnya, sistem manual selama ini kerap menimbulkan ketidakpastian, baik bagi pengunjung maupun bagi pengelolaan data transaksi di pelabuhan.
Pria yang akrab disapa LAZ ini memberikan perbandingan tajam mengenai efisiensi digitalisasi.
Baca Juga: Senggigi Lumpuh! Banjir dan Pohon Tumbang Kepung Hotel Sheraton
Ia menyebut, sistem manual sangat rentan terhadap manipulasi data yang merugikan daerah.
"Bayangkan kalau manual, ada orang datang seribu, laporannya bisa jadi cuma lima ratus. Dengan sistem ini, tidak ada lagi transaksi langsung (tunai), semua digital," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Easybook Indonesia Azman menjelaskan bahwa pihaknya akan menyediakan infrastruktur sistem yang terintegrasi bagi para operator kapal di Pelabuhan Senggigi. Seluruh jadwal keberangkatan atau trip kapal akan ditampilkan secara real-time di aplikasi Easybook.
Baca Juga: Holiday Resort Lombok Turut Meriahkan Lebaran Topat 2026 di Senggigi
"Penumpang bisa memesan tiket jauh-jauh hari. Tidak perlu lagi antre atau mlenuju ke loket saat hari keberangkatan. Sistem kami sudah menyediakan berbagai pilihan payment gateway, mulai dari QRIS, virtual account, hingga debit untuk memudahkan pengguna jasa," jelas Asman.
Ia menambahkan, keunggulan utama dari kerja sama ini adalah kepastian bagi wisatawan mancanegara maupun domestik yang ingin menyeberang, misalnya ke Gili Trawangan atau Bali. "Wisatawan bisa booking dari seminggu sebelumnya. Ini memberikan rasa aman dan perencanaan perjalanan yang lebih baik bagi mereka," imbuhnya.
Pihaknya menyebut sistem ini sudah bekerja sama dengan 400 lebih pelabuhan dan dermaga yang tersebar di Indonesia.
Implementasi e-ticketing ini diharapkan mampu mendongkrak citra Senggigi sebagai destinasi wisata kelas dunia yang profesional dan transparan. Pihak Pemkab Lobar pun optimis, dengan pencatatan manifes yang lebih akurat melalui sistem digital, aspek keselamatan pelayaran juga akan meningkat secara signifikan. (ton/r2)
Editor : Redaksi