Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Madiun yang Kabur di Korsel Diduga di Ansan

R
Penulis: Redaksi❯
Femas Yani Ariyanto
Femas Yani Ariyanto

Advertisement

LombokPost - Keberadaan Femas Yani Ariyanto yang kabur saat ikut tur ke Korea Selatan (Korsel) mulai terendus.

Warga Madiun, Jawa Timur, itu diperkirakan tengah berada di Ansan, Provinsi Gyeonggi.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Heni Hamidah mengatakan, KBRI Seoul sudah menerima informasi yang berkembang di lapangan mengenai keberadaan Femas tersebut.

Informasi tersebut diperoleh dari simpul-simpul masyarakat Indonesia di sana.

“Ini masih perkiraan ya,” ujarnya seusai press briefing Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Kamis (23/7).

Advertisement

Keberadaan Femas masih menjadi spekulasi mengingat yang bersangkutan belum diamankan oleh otoritas setempat karena melanggar aturan yang berlaku.

Pemuda 22 tahun itu kabur saat rombongan berada di Myeongdong, Seoul, dengan alasan mencari sepatu pada 28 Juni lalu. Visanya telah habis pada 12 Juli lalu.

“Yang bersangkutan melanggar aturan keimigrasian dan sekarang statusnya sudah overstay,” sambung Heni.

Heni menyebut, pihaknya akan menghormati penuh proses hukum yang berjalan di sana dalam penanganan kasus tersebut.

Meski begitu, dipastikan KBRI Seoul akan memberikan pendampingan kekonsuleran sesuai dengan aturan setempat.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jebakan Manis Tekong Ilegal di Mataram: 18 Warga Jadi Korban

Jebakan Manis Tekong Ilegal di Mataram: 18 Warga Jadi Korban

Disnaker) Kota Mataram membunyikan alarm darurat menyusul maraknya aktivitas calo atau perorangan yang dikenal sebagai "tekong" PMI ilegal

Sumbawa Barat Buka Peluang Kerja Internasional, Siapkan 50 Pemuda Kerja ke Jepang

Sumbawa Barat Buka Peluang Kerja Internasional, Siapkan 50 Pemuda Kerja ke Jepang

Sebanyak 50 pemudap resmi dilepas Bupati KSB Amar Nurmansyah untuk mengikuti pendidikan bahasa dan budaya. Mereka ini akan dipersiapkan

Tekan Kasus PMI Non-Prosedural, Disnaker Mataram Imbau Warga Verifikasi Legalitas P3MI

Tekan Kasus PMI Non-Prosedural, Disnaker Mataram Imbau Warga Verifikasi Legalitas P3MI

seluruh warga yang ingin bekerja di luar negeri untuk melapor dan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum berangkat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer