LombokPost – Kesibukan Hj Nanik Suryatiningsih sebagai anggota DPRD NTB sama sekali tidak mengubah kebiasaan lamanya yang hobi menjahit.
Sampai sekarang politisi Gerindra itu konsisten menjahit untuk kebutuhan sendiri. Mulai dari baju, tas, dekorasi rumah, bahkan sampai pakaian dinas untuk kegiatan kedewanan.
"Beberapa jas yang biasa dipakai ngantor saya jahit sendiri," kata Hj Nanik Suryatiningsih kepada Lombok Post, Selasa pekan lalu (28/4).
Tidak heran, seperti penjahit profesional pada umumnya, Nanik juga menyimpan peralatan menjahit secara lengkap di rumahnya di Dasan Tapen, Gerung, Lombok Barat.
Mulai dari mesin jahit, gunting kain, pita ukur, jarum, benang, dan gulungan kain.
Jika ada waktu luang, ia selalu menyibukkan diri dengan alat-alat tersebut.
"Dengan menjahit sendiri kita bebas berkreasi memilih motif, karakter, maupun serat kain. Yang pasti ada kepuasan tersendiri kalau sudah jadi," ujar Anggota Komisi II DPRD NTB itu.
Keahlian menjahit Nanik diperoleh secara otodidak. Keterampilan itu banyak diwariskan secara turun temurun dari keluarga besarnya di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).
Dari sejak SD, ia sudah diajari menjahit secara mandiri oleh orangtua. "Sehingga menjadi kebiasaan sampai sekarang ini. Kalau sudah sibuk di depan mesin jahit, saya sampai lupa waktu," ungkapnya lalu tertawa.
Baca Juga: Datang ke Kejati, Hj Nanik Suryatiningsih Bersaksi Tak Terima Uang Siluman Dana Pokir DPRD NTB
Baginya, menjahit adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Kegiatan ini mengasah kreativitas dan meningkatkan imajinasi dalam menciptakan pola dan memadukan bahan.
Bahkan saking senangnya menjahit, Nanik sempat membuka butik di Mataram Mall awal tahun 2000-an. Toko busana muslim itu diberi nama Nurjamilah.
"Menjahit ini sama seperti ibu-ibu yang membuat kue lebaran. Sebenarnya bisa saja beli dengan rasa yang lebih enak. Tapi ada kepuasan tersendiri kalau bikin sendiri," pungkas Nanik. (mar/r2)
Editor : Akbar Sirinawa