Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ibadah Haji dan Makna Kurban, Hakikat Kurban Bukan Hanya Menyembelih Hewan

Redaksi • Jumat, 29 Mei 2026 | 10:13 WIB
TGH Muharrar Iqbal
TGH Muharrar Iqbal

LombokPost - “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (Al-Kausar: 02)

Alhamdulillah binikmatihi tatimmussholat. Hari Jumat adalah momentum untuk memperbaiki hati, memperkuat iman, dan meneguhkan kembali tujuan hidup sebagai hamba Allah.

Di antara syariat agung yang mengajarkan tentang ketundukan total kepada Allah adalah ibadah haji dan kurban. Keduanya bukan sekadar ritual tahunan, tetapi pelajaran besar tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan.

Baca Juga: Pelepasan 393 Jemaah Haji Kloter 5 Mataram: Wali Kota Minta Fokus Ibadah dan Jaga Kekompakan

Dan puncak haji adalah wukuf di padang Arafah. Tahun ini proses peenyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah berjalan aman lancar dan tertib.

Allah memanggil jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia untuk berhaji ke Baitullah. Mereka meninggalkan keluarga, pekerjaan, kenyamanan, bahkan mengorbankan harta demi memenuhi panggilan Allah.

Semua mengenakan pakaian ihram yang sama, tanpa membedakan jabatan, kekayaan, ataupun status sosial. Di hadapan Allah, yang paling mulia hanyalah yang paling bertakwa.lalu, mengapa berhaji itu penting?

Baca Juga: Dewan NTB Soroti Pelayanan Ibadah Haji, Minta Revitaliasi Asrama Haji Embarkasi Lombok

Haji mengajarkan bahwa hidup ini adalah perjalanan menuju Allah. Setiap tawaf mengingatkan bahwa pusat hidup seorang mukmin hanyalah Allah.

Setiap sa’i mengajarkan usaha dan harapan seperti Hajar yang tidak pernah putus asa. Wukuf di Arafah mengingatkan manusia tentang padang mahsyar, tempat seluruh manusia berkumpul mempertanggungjawabkan amalnya.

Sementara itu, kurban adalah simbol ketundukan dan cinta kepada Allah. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan bahwa iman sejati terkadang menuntut pengorbanan yang berat.

Baca Juga: Tujuan dan Hikmah Ibadah Haji, Ibadah Haji Bukan Sekadar Perjalanan Fisik

Namun ketika cinta kepada Allah lebih besar dari cinta kepada dunia, maka pertolongan dan kemuliaan Allah akan datang.

Hakikat kurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi menyembelih sifat egois, kesombongan, dan cinta dunia yang berlebihan.

Kurban mengajarkan kepedulian sosial, berbagi kepada sesama, dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Allah SWT berfirman: “Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Semoga melalui semangat haji dan kurban, kita menjadi pribadi yang lebih ikhlas dalam beribadah, lebih ringan dalam berbagi, dan lebih taat dalam menjalani perintah Allah.

Selamat menunaikan ibadah haji bagi para tamu Allah, dan semoga kita semua diberi hati yang siap untuk berkurban demi meraih rida-Nya. Wallohu’lam bisshawab. (*)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#panggilan Allah #perintah Allah #kurban #pengorbanan #Ibadah haji