PCNU Kota Mataram Gelar Doa Munajat untuk Keselamatan Bangsa

Prihadi Zoldic • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 18:54 WIB
MENUJU PANGGUNG: KH Ma
MENUJU PANGGUNG: KH Ma'ruf Khozin (kiri) bersama TGH Muammar Arafat menuju lokasi tausiyah dalam acara Doa Munajat untuk Keselamatan Bangsa yang digelar PCNU Kota Mataram di Lapangan Sangkareang, Jumat malam (24/7).

 

LombokPost - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Mataram menggelar Doa Munajat untuk Keselamatan Bangsa di Lapangan Sangkareang, Jumat malam (24/7). Kegiatan itu dihadiri jamaah dari berbagai kalangan.

Acara diawali dengan salat Isya berjamaah di lokasi, dilanjutkan dengan doa bersama, pembacaan munajat, dan tausiyah kebangsaan.

Tausiah sejatinya menghadirkan tiga ulama lintas generasi, yakni Dewan Mustasyar PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj, Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur sekaligus Direktur Aswaja Center PWNU Jawa Timur KH Ma'ruf Khozin, serta Ketua PCNU Kota Mataram TGH Muammar Arafat. Namun Said Aqil Siradj berhalangan hadir.

Baca Juga: Rencana Kepergian Diblokir, Bukti AC Milan Yakin dengan Pemain yang Satu Ini

Al Mursyid Abuya TGH Muammar Arafat mengatakan kegiatan tersebut merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT.

Agar bangsa Indonesia dijauhkan dari berbagai persoalan yang tengah dihadapi.

Doa bersama menjadi momentum memperkuat persatuan umat sekaligus mengetuk kesadaran masyarakat. Agar bersama-sama menjaga nilai-nilai agama, moral, dan kebangsaan.

"Bangsa ini sedang menghadapi banyak ujian. Karena itu, selain ikhtiar lahir, kita juga harus memperkuat ikhtiar batin melalui doa dan munajat kepada Allah SWT. Semoga Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, persatuan, dan keberkahan," ujar Muammar.

Baca Juga: TGH Muammar Arafat: Jika Bukan di Pesantren NU, Lebih Baik Muktamar NU Tidak di NTB  

Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

PCNU Kota Mataram sengaja membuka acara untuk seluruh elemen masyarakat sebagai wujud komitmen NU dalam merawat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa.

Muammar berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus dijaga. Menurutnya, berbagai persoalan bangsa seperti korupsi, degradasi moral, perpecahan, hingga bencana alam harus dihadapi dengan kerja sama disertai ikhtiar spiritual yang kuat.

Baca Juga: Gelar Personel Penuh di GOR Turide, Satpol PP NTB Kawal Pengamanan Penutupan Porprov XII 2026

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan bangsa ini agar diberikan pemimpin yang amanah, masyarakat yang rukun, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah dan perpecahan," tutupnya. (yuk/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
NU muammar arafat Said Aqil Siradj