LombokPost — Sapi Simmental dikenal sebagai salah satu bangsa sapi potong unggulan yang menjadi primadona di kalangan peternak Indonesia.
Memiliki postur tubuh yang besar, pertumbuhan yang cepat, serta persentase karkas yang tinggi membuat jenis sapi asal Swiss ini bernilai ekonomis tinggi.
Kendati demikian, merawat sapi Simmental membutuhkan perhatian khusus agar potensi genetiknya dapat berkembang secara optimal.
Berikut adalah sejumlah tips penting dalam merawat sapi Simmental yang dirangkum dari para praktisi dan ahli peternakan:
1. Manajemen Pakan Berkualitas Tinggi
Sapi Simmental memiliki laju pertumbuhan yang cepat sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang tinggi, terutama protein dan energi.
Baca Juga: Kisah Sukses Sutami, Peternak Asal Jelantik Pemenang Kontes Sapi Lombok 2026
Pemberian Hijauan: Pastikan ketersediaan rumput berkualitas seperti rumput gajah atau odot dalam jumlah yang cukup (sekitar 10% dari berat badan sapi per hari).
Konsentrat Tambahan: Untuk mendongkrak bobot badan dan kualitas daging, berikan pakan tambahan berupa konsentrat bernutrisi seimbang secara berkala.
Air Bersih: Sapi berukuran besar seperti Simmental memerlukan pasokan air minum segar yang bersih dan tidak pernah putus minimal 40–60 liter per ekor setiap harinya.
2. Sanitasi dan Kebersihan Kandang
Kesehatan sapi Simmental sangat bergantung pada kebersihan lingkungan sekitarnya.
Sirkulasi Udara: Buat kandang dengan model terbuka atau semi-terbuka agar sirkulasi udara lancar dan suhu di dalam kandang tidak terlalu lembap.
Baca Juga: Pathul-Nursiah Dorong Peternak Lokal Naik Kelas, Perdana Gelar Kontes Sapi Lombok 2026
Pembersihan Rutin: Bersihkan lantai kandang dari kotoran setiap hari untuk mencegah timbulnya gas amonia berlebih yang dapat memicu gangguan pernapasan, serta untuk menghindari hinggapnya lalat pembawa penyakit.
3. Perawatan Kesehatan dan Vaksinasi Preventif
Meskipun terkenal memiliki ketahanan tubuh yang baik, pencegahan tetap menjadi langkah utama dalam manajemen peternakan modern.
Pemberian Vitamin & Mineral: Lakukan penyuntikan vitamin secara berkala dan berikan mineral blok di dalam kandang untuk mencukupi kebutuhan mikronutrien.
Pemeriksaan Kesehatan: Pantau secara rutin kondisi fisik sapi, kebersihan mata, kulit, dan kuku. Lakukan pemotongan kuku secara berkala guna mencegah kelumpuhan atau luka infeksi.
Baca Juga: Program Lotim Berkembang Bantu Peternak Lotim Naik Kelas
Vaksinasi: Koordinasikan dengan dinas peternakan setempat untuk jadwal vaksinasi rutin (seperti PMK dan penyakit strategis lainnya).
4. Manajemen Penanganan dan Kenyamanan (Animal Welfare)
Sapi Simmental memiliki temperamen yang relatif tenang, namun ukuran tubuhnya yang masif menuntut penanganan yang hati-hati.
Hindari perlakuan kasar yang dapat memicu stres pada sapi, karena hormon stres dapat menurunkan nafsu makan dan laju pertumbuhan.
Berikan ruang gerak yang cukup di dalam kandang agar otot sapi dapat berkembang dengan baik dan terhindar dari stres akibat kepadatan.
Dengan menerapkan manajemen pemeliharaan yang disiplin—mulai dari pakan bernutrisi, kebersihan kandang, hingga pencegahan penyakit—peternak diharapkan mampu meminimalisasi risiko kerugian sekaligus memaksimalkan bobot dan nilai jual sapi Simmental saat musim panen atau Iduladha tiba.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Dinas Pertanian Lombok Tengah, berbagai sumber