Kisah Sukses Sutami, Peternak Asal Jelantik Pemenang Kontes Sapi Lombok 2026

Kontes sapi di Lombok berlangsung sangat meriah dan dipadati ribuan pengunjung. Sutami sukses menjadi inspirasi peternak lokal berkat ketekunannya merawat sapi Simmental.
----
SUASANA meriah dan riuh tampak memenuhi areal pasar hewan Barabali. Puluhan mobil pikap tampak berjejer rapi usai mengangkut sapi-sapi berukuran jumbo menuju lokasi acara.
Di tengah arena, sapi-sapi dari berbagai jenis, mulai dari Limosin hingga Simmental, bergantian naik ke atas alat timbangan untuk diukur berat badannya secara transparan. Ribuan penonton tumpah ruah memadati lokasi demi menyaksikan kemeriahan Kontes Sapi Lombok yang untuk pertama kalinya digelar itu.
Debu yang beterbangan di udara sama sekali tidak menyurutkan antusiasme warga. Mereka tampak asyik mengabadikan momen dari jarak dekat dengan berswafoto bersama sapi-sapi berukuran fantastis.
Di balik kemeriahan kontes itu, tersimpan kisah inspiratif dari seorang peternak lokal asal Dusun Perina, Desa Jelantik, Jonggat. Sapi jenis Simmental milik Sutami berhasil meraih juara pertama kategori ekstrem pada ajang Kontes Sapi Lombok 2026. Berat sapi miliknya mencapai 1.080 kilogram.
Bagi Sutami, menjadi seorang peternak bukan sekadar memelihara hewan, melainkan sebuah seni merawat kesabaran dan ketelatenan. Prinsip inilah yang dipegang teguh olehnya. Berkat hobi yang ditekuni sejak kecil, kini ia sukses mengelola puluhan ekor sapi dan meraup cuan menggiurkan.
Bergabung dalam kelompok ternak lokal bernama Sampic, Sutami membagikan resep sukses dalam merawat ternak sapi jenis Simmental kesayangannya. Menurutnya, kunci utama dalam dunia peternakan bermula dari kedisiplinan menjaga kebersihan dan kesehatan kandang.
“Kebersihan dan kesehatan harus dijaga itu. Terus pola makan teratur, nyombor pagi dan malam dua kali sehari,” ungkap Sutami kepada Lombok Post.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




