LombokPost-Besarnya potensi pengembangan sorgum telah dibaca Owner Yant Sorgum Nur Rahmi Yanti sejak 2017 silam yang memulai mengolahnya menjadi produk dikarenakan saat itu hanya menjadi pakan ternak.
Apalagi kala itu petani sorgum mengalami keresahan yang nilai jualnya cukup kecil dan petani sorgum begitu terpuruk tahun tersebut.
"Awalnya lahan yang saya kelola dengan petani 10 are dan sekarang sudah kelola 100 hektare," kata Yanti.
Yanti menerangkan pengembangan sorghum ini ternyata bisa dikembangkan jadi beragam produk dan bisa menaikkan daya jual sorgum tersebut.
Dengan produk-produk yang lebih variatif dan bernilai ekonomis seperti gula cair batang sorgum, kue kering yang terbuat dari sorgum, mie instan sorgum, susu sorgum, keju vegan sorgum, tempe sorgum hingga madu yang terbuat dari batang sorgum.
Sedangkan produk turunan yang dihasilkan dari sorgum ini mencapai 25 jenis produk.
"Produk yang dibuat berbahan dasar sorghum ini makanan sehat yang gluten free dan mulai banyak dicari untuk mendukung pola hidup sehat," tambahnya.
Pengembangan telah membina seribu orang petani sorghum yang tersebar di desa-desa di kabupaten/kota di NTB. Di antaranya Kabupaten Bima, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Utara dan daerah lainnya.
Ternyata sorgum ini bisa berkembang menjadi produk ekspor yang menyasar beberapa negara. Diantaranya Malaysia, Timor Leste, Cina, dan Turki.
"Rencana ekspor kedepan Australia dan Amerika," jelasnya.
Ditambahkan support Honda yang diterimanya untuk operasional petani. Sehingga bisa mengembangkan juga luasan lahan tanam sorgum sendiri. Yang kini se-NTB sudah mencapai ratusan hektare. Support ini masih dilakukan MoU hingga kali ini.
Admin Fin Manager Astra Motor NTB Ivan Pratama mengatakan kini Sorghum semakin dikenal oleh masyarakat dan telah dimanfaatkan oleh UMKM.
Khususnya sebagai mata pencaharian dari olahan produk berbahan dasar Sorghum. Salah satunya yaitu Yanti yang memanfaatkan tanaman Sorghum untuk membantu pemberdayaan SDM untuk kelancaran usaha dari Desa-Desa.
"Dulu namanya Yanti Bakery saat memulai merintis, dan usahanya kian berkembang semenjak mengikuti Satu Indonesia Award pada tahun 2017,” jelasnya. (nur)