LombokPost-Pasar motor listrik di Provinsi NTB menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan. Hal ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan, serta dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Menangkap peluang ini, Honda, sebagai salah satu produsen motor terkemuka, telah menyiapkan strategi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam.
”Pasar motor listrik di NTB memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, motor listrik dapat menjadi kendaraan utama di NTB, memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan perekonomian daerah,” kata Marketing Manajer Astra Motor NTB Adrian Arlim.
Apalagi melihat potensi pasar yang besar tak terlepas dari kondisi sebuah daerah. NTB memiliki kondisi geografis yang unik, dengan wilayah perkotaan dan pedesaan yang membutuhkan solusi mobilitas yang efisien. Motor listrik hadir sebagai jawaban atas kebutuhan ini, menawarkan alternatif transportasi yang ekonomis dan ramah lingkungan. Selain itu, dukungan pemerintah daerah dalam bentuk insentif dan kemudahan lainnya semakin memperkuat daya tarik motor listrik di mata masyarakat.
”Dengan melaunching motor listrik honda secara berdekatan antara Honda EM1 e, Honda ICON e, dan Honda CUV e ini menandakan permintaan motor listrik mulai terasa di daerah kita. Honda NTB targetkan penjualan motor listrik sebulan bisa mencapai 50 unit,” jelasnya.
Dalam mendongkrak penjualan motor listrik itu, strategi Honda dengan menyiapkan tiga segmen pasar. Honda memahami pasar motor listrik tidak homogen. Oleh karena itu, mereka telah menyiapkan tiga segmen pasar utama untuk produk motor listrik terdiri dari segmen pemula, menengah dan premium sesuai dengan harga unitnya.
Segmen pemula bisa jadi pilihan Honda Icon e. Hadir sebagai pilihan ideal bagi konsumen yang baru mengenal motor listrik. Desainnya yang ringkas, mudah dikendarai, dan harga yang terjangkau menjadikannya pilihan menarik bagi generasi muda dan pengguna sehari-hari. Ditenagai motor listrik yang memiliki daya maksimal 1,81 kW dan torsi maksimal 85 Nm. Skuter ini dapat mencapai kecepatan maksimal 55 km/jam dan memiliki jarak tempuh sekitar 53 km dengan sekali pengisian daya.
”Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 28 jutaan,” imbuhnya.
Segmen menengah bisa jadi pilihan Honda EM1 e. Motor listrik ini memiliki desain yang modern dan stylish, serta dibekali dengan berbagai fitur canggih. Ditenagai oleh motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 1,7 kW dan torsi maksimal 90 Nm. Skuter ini dapat mencapai kecepatan maksimal 45 km/jam dan memiliki jarak tempuh sekitar 41,1 km dengan sekali pengisian daya.
”Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 40 jutaan lebih,” terangnya.
Segmen premium bisa jadi pilihan Honda CUV e yang menawarkan kombinasi menarik antara desain futuristik, fitur-fitur canggih, dan performa yang mumpuni. Bahkan ada satu type yang menggunakan RoadSync Duo berupa fitur konektivitas canggih di sepeda motor listrik Honda CUV e. Motor listrik ini cocok bagi mereka yang menginginkan pengalaman berkendara yang lebih premium. Hadir sebagai jawaban bagi konsumen menginginkan yang terbaik dalam hal kenyamanan, performa, dan teknologi. Motor listrik ini menawarkan pengalaman berkendara kelas atas dengan fitur-fitur canggih juga teknologi yang mumpuni dan desain yang elegan.
Honda CUV e ditenagai yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 6 kW. Dengan motor ini dapat mencapai kecepatan maksimal 83 km/jam. Jarak tempuh Honda CUV e adalah sekitar 80,7 km dengan dua baterai terpasang.
”Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 55 jutaan lebih hingga Rp 60 jutaan,” jelasnya.
Pertumbuhan pasar motor listrik di NTB membuka peluang bisnis yang luas bagi. Inilah yang dilirik untuk dikembangkan saat ini. Apalagi pemerintah sangat mendukung ekosistem perkembangan motor listrik ini di daerah. (nur)
Editor : Redaksi Lombok Post