Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bisa Bek, Bisa Striker! Dejan Tumbas Jadi 'Tentara Serba Bisa' Persebaya di ISL 2025/26

Dhion Priharyanto Prasetya • Senin, 21 Juli 2025 | 13:26 WIB
Dejan Tumbas di salah satu laga Persebaya musim lalu. (istimewa)
Dejan Tumbas di salah satu laga Persebaya musim lalu. (istimewa)

LombokPost - Tak banyak pemain-pemain Persebaya Surabaya yang bisa menempati banyak posisi dan menjalankan tugas itu sama baiknya ketika dimainkan di posisi aslinya.

Baik itu di kompetisi terdahulu maupun di kompetisi era sekarang. Dari sedikitnya pemain multi-posisi di masa sekarang, sosok itu masih bisa ditemukan di dalam diri Dejan Tumbas.

Pemain asal Serbia ini memang berbeda. Datang ke Surabaya dengan portofolio mentereng! Bisa menempati lima posisi berbeda di atas lapangan hijau dengan posisi naturalnya sebagai penyerang.

Bagi generasi lawas pecinta sepak bola, postur dan wajahnya mengingatkan pada sosok penyerang internasional Italia di dekade tahun 1990-an yang saat ini sudah gantung sepatu, Giuseppe Signori.

 

Giuseppe Signori dalam jersey Sampdoria. Klub Serie A yang diperkuatnya di musim 1997/98. (Foto: AllSport)
Giuseppe Signori dalam jersey Sampdoria. Klub Serie A yang diperkuatnya di musim 1997/98. (Foto: AllSport)

Dejan Tumbas didatangkan bersama-sama dengan Dime Dimov di paruh kedua bursa transfer musim lalu untuk memenuhi kuota delapan pemain asing.

Pemain bertinggi 187 cm ini datang dengan posisi natural sebagai ujung tombak. Namun debutnya saat tandang kontra PSS Sleman (11/1) di awal tahun ini tidak berakhir mulus.

Mencetak satu gol dan dianulir karena dianggap offside dan Persebaya kalah 3-1 menjadi kisah kurang mengenakkan di awal karirnya bersama Tim Bajul Ijo.

Baca Juga: Lupakan Transfer! Darwin Nunez Buktikan Dirinya Pantas Jadi Starter

Cerita pilu tak berhenti disana. Dejan Tumbas harus menunggu empat pertandingan dahulu untuk akhirnya bisa merasakan kemenangan bersama Persebaya Surabaya.

Ini bukan soal buruknya permainan Tumbas. Tetapi memang penampilan Persebaya sedang dalam periode buruk usai ditinggalkan oleh Francisco Rivera yang harus menepi lama karena cedera di akhir tahun.

Perlahan, pelatih Paul Munster menemukan posisi yang pas untuk Dejan Tumbas didalam tim. Yaitu sebagai gelandang tengah mendampingi Francisco Rivera dan Toni Firmansyah.

 

Hasilnya memberikan efek positif kedalam tim. Disaat Gilson Costa menurun performanya, muncul Dejan Tumbas yang bisa mengisi lini tengah Persebaya dengan determinasi dan keuletannya. 16 kali dimainkan, Tumbas mencatatkan dua asis.

Lantas bagaimana peran Dejan Tumbas di musim keduanya? Mengejutkan! Rupanya dia tak dimainkan sebagai gelandang tengah atau bahkan penyerang.

Di dua pertandingan pra-musim pemain bernomor punggung 91 ini dipasang sebagai bek kiri oleh pelatih Eduardo Perez. Dan Tumbas tak mensia-siakan kesempatan ini.

 Baca Juga: Supergirl Tayang 2026: Kisah Penuh Luka Sepupu Superman yang Urakan

Namun tak ada gading yang tak retak. Sebagai pemain yang menggunakan kaki aktif sebelah kanan dan atribut menyerang yang tinggi, tentu ada hal yang sulit dilakukan oleh Tumbas.

Contohnya tersaji ketika laga Launching Game melawan PSS Sleman (19/07). Di menit ke-2, Dejan mendapatkan kesempatan untuk melakukan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Sleman.

Namun dia harus menunggu beberapa saat untuk menggulirkan bola ke sisi kanan kakinya agar bisa mengirimkan umpan.

Statistik Dejan Tumbas musim 2024/25 bersama Persebaya Surabaya. (Sumber #StatsRawon)
Statistik Dejan Tumbas musim 2024/25 bersama Persebaya Surabaya. (Sumber #StatsRawon)

Baca Juga: Sleeping Prince Wafat setelah 20 Tahun Koma, Pangeran Al Waleed Meninggal di Usia 36 Tahun

Lalu hal kedua adalah bagaimana Dejan sedikit terlambat untuk naik ketika melakukan jebakan offside. Bisa menjadi hal yang serius jika ini terjadi di kompetisi Indonesia Super League.

Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih dan Dejan Tumbas sendiri. Pada akhirnya pertanyaan besar akhirnya muncul.

Akankah Dejan Tumbas dipermanenkan diposisi bek kiri sambil menunggu Koko Ari Araya sembuh dari cedera?

Baca Juga: Resmi! Hugo Ekitike Gabung Liverpool, Kontrak 6 Tahun dan Nilai Transfer Tembus €95 Juta

Ataukah manajemen bergerak cepat untuk merekrut pemain lokal berpengalaman yang memang berposisi asli sebagai bek kiri?

 

Memiliki pemain seperti Dejan Tumbas memang menyenangkan. Seperti halnya PNS/TNI/Polri, Dejan Tumbas siap ditempatkan dimanapun.

Dia tidak rewel untuk menuntut posisi aslinya. Yang ada dalam benaknya adalah bagaimana bermain baik dan bisa membawa Persebaya Surabaya terbang tinggi di Indonesia Super League 2025/26.(***)

 

 

Editor : Alfian Yusni
#persebaya #Super League #dejan tumbas