Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Duh, Susahnya Persebaya Mencari Bek Kiri! (1)

Dhion Priharyanto Prasetya • Selasa, 22 Juli 2025 | 10:43 WIB
Searah jarum jam: M. Irvan, Andri Muliadi, Mokhamad Syaifuddin dan Ruben Sanadi dalam jersey Persebaya. (Istimewa)
Searah jarum jam: M. Irvan, Andri Muliadi, Mokhamad Syaifuddin dan Ruben Sanadi dalam jersey Persebaya. (Istimewa)

 

Sejak promosi ke kasta tertinggi di musim 2018, Persebaya tak selalu awet dengan bek kirinya. Setelahnya Persebaya seperti kesusahan mencari bek kiri yang mumpuni.

Berikut kisah-kisah pemain Persebaya yang pernah dimainkan sebagai bek kiri sejak musim 2018 hingga saat ini. Tulisan dibuat bersambung.

Musim 2018

Ruben Karel Sanadi direkrut Persebaya Surabaya dengan status bebas transfer dari Persipura Jayapura. Di Surabaya, Ruben mengenakan kostum bernomor punggung 14. Sosok pemain asal Biak, Papua yang sarat pengalaman ini memang diperlukan oleh tim yang saat itu baru saja kembali ke kompetisi kasta tertinggi. Kebetulan Persebaya tidak memiliki pemain yang berposisi natural sebagai bek kiri. Meski Persebaya mengalami dua kali pergantian pelatih, musim perdananya berakhir mulus. Persebaya sebagai tim promosi dibawanya mengakhiri liga di posisi ke-lima. Sedangkan catatan statistik Ruben menunjukkan 30 kali bermain, 30 kali starter, 30 kali bermain penuh yang menghasilkan 7 asis serta hanya dihukum dua kali kartu kuning saja. Memang pengalaman dan kelas tidak bisa bohong.

Mochamad Irvan Febrianto melanjutkan tahun keduanya bersama Persebaya Surabaya. Alumnus klub kompetisi internal Persebaya bersama Indonesia Muda ini mendapatkan perpanjangan kontrak setahun. Bermain di Liga 1 2018 adalah pengalaman pertamanya bermain di kompetisi kasta teratas di Indonesia. Pemain dengan karakter kalem dan santun ini menggunakan kostum bernomor punggung 25. Secara natural, posisi bermain pemain berusia 22 tahun ini adalah sebagai bek sayap kiri. Namun dia juga bisa dimainkan sebagai bek kanan dalam formasi 4-3-3 atau 4-4-2. M. Irvan Febrianto mengakhiri musim 2018 dengan bermain sebanyak lima kali dan lima kali itu bermain sebagai starter atau setara dengan 418 menit bermain.

Mokhamad Syaifuddin mantan pemain Indonesia U23 ini adalah pemain serba bisa di lini belakang Persebaya. Uru, panggilan akrabnya, bisa dimainkan sebagai bek kanan, bek tengah dan bek kiri. Tetapi posisi natural pemain bernomor punggung 29 ini adalah sebagai bek tengah. Sempat sekali dimainkan sebagai bek kiri oleh pelatih Angel Alfredo Vera tatkala tandang ke kandang Persija Jakarta. Namun sayang alumnus klub internal Persebaya Al Rayyan ini hanya bisa bermain selama 22 menit di babak pertama saja. Karena cedera, Pelatih Alfredo Vera menariknya keluar dan menggantikannya dengan Otavio Dutra.

Andri Muliadi adalah bek tengah kelahiran Aceh pada tahun 1993. Liga 1 2018 menjadi musim keduanya bersama Persebaya Surabaya. Pemain bernomor punggung 44 ini sempat didaulat sebagai bek kiri tatkala menggantikan posisi Mokhamad Syaifuddin yang cedera saat bersua Persija Jakarta di pekan ke-12.

Musim 2019

Ruben Karel Sanadi masih bersama Persebaya. Kini statusnya ditambah dengan ban kapten melingkar di lengan tangan kirinya. Posisi bek kiri menjadi mutlak miliknya. Bermain di tiga kompetisi berbeda, Ruben mencatatkan 36 kali tampil dengan menyumbangkan enam asis dan satu gol. Persebaya dibawanya meraih posisi kedua di akhir kompetisi Liga 1 2019.

Novan Setya Sasongko adalah salah satu nama baru di skuad musim ini. Mantan pemain internasional Indonesia ini baru saja bergabung dalam status free transfer dari Bali United. Tentu saja pengalamannya tak main-main. Namun karena di posisi kiri sudah ada Ruben Sanadi, maka Novan Setyo Sasongko kebanyakan dimainkan sebagai bek kanan. Posisi yang juga fasih dilakukan olehnya. Sepanjang musim, pemain bernomor punggung dua ini hanya dua kali dimainkan sebagai bek kiri. Catatan sebagai seorang bek kiri adalah dua kali bermain dan menerima dua kali kekalahan.

Rachmat Irianto adalah talenta lokal hasil didikan klub kompetisi internal Persebaya, Indonesia Muda. Rian, panggilan akrabnya, adalah pemain yang bisa menjalani lebih dari satu posisi. Tentu saja ini adalah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh pemain internasional Indonesia U23 ini. Pemain bernomor punggung 13 ini memiliki posisi asli sebagai seorang bek tengah. Namun dia tak akan mengeluh jika dimainkan sebagai gelandang bertahan dan bek kiri. Di musim 2019, saat sudah dilatih oleh Aji Santoso, Rian tercatat empat kali dimainkan di posisi bek kiri. Dari empat kali dimainkan sebagai bek kiri, kesemuanya sukses menghasilkan kemenangan bagi Persebaya Surabaya. Salah satu kemenangan historis yang layak diingat adalah tatkala Persebaya Surabaya menang 1-2 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo pada tanggal 17 Desember 2019. Kemenangan yang diraih saat Rian mengenakan ban kapten.

Ruben Sanadi (atas), Novan Setya Sasongko (kiri) dan Rachmat Irianto bersama Persebaya di Liga 1 2019. (Sitimewa)
Ruben Sanadi (atas), Novan Setya Sasongko (kiri) dan Rachmat Irianto bersama Persebaya di Liga 1 2019. (Sitimewa)

 

Musim 2020

Rachmat Irianto bermain di posisi bek kiri di laga pembuka di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya melawan Persik Kediri selama 90 menit. Namun Persebaya hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan tim tamu.

Searah jarum jam: Rachmat Irianto, Frank Sokoy, Nasir dan M. Alwi Slamat dalam jersey Persebaya musim 2020. (Istimewa)
Searah jarum jam: Rachmat Irianto, Frank Sokoy, Nasir dan M. Alwi Slamat dalam jersey Persebaya musim 2020. (Istimewa)

 

Nasir direkrut menjelang awal musim 2020 bergulir. Pemain asal Tuban ini mulai berlatih bersama Persebaya saat pemusatan latihan di Sleman, Yogyakarta. Performa Nasir bisa dilihat saat Persebaya tampil di Piala Gubernur Jatim 2020. Namun tatkala liga bergulir-dan bahkan akhirnya dihentikan-pemain bernomor punggung 77 ini tak sekali pun dimainkan oleh Aji Santoso.

Alwi Slamat diputuskan mengisi posisi bek kiri saat Persebaya Surabaya menjamu Persipura Jayapura di pekan kedua. Pemain bernomor punggung 88 dan berkaki kidal ini memang bisa ditempatkan sebagai bek kiri-selain sebagai gelandang bertahan. 

Frank Sokoy adalah pemain asal Papua dan berposisi asli sebagai bek kiri. Pemain bernomor punggung 20 ini dikontrak manajemen menjelang liga bergulir dan sempat bermain di Piala Gubernur 2020 namun belum pernah dimainkan di Liga 1 2020. (bersambung)

Editor : Jelo Sangaji
#rachmat irianto #persebaya #ruben sanadi #Super League 2025 2026