LombokPost - Dalam sebuah pertandingan persahabatan yang sangat mengesankan, AC Milan menunjukkan kekuatan penuh.
AC Milan menghajar Perth Glory 9-0, sebagai penutup manis tur pramusim Rossoneri di Asia.
Dari pertandingan ini, para pendukung AC Milan bisa mencermati tiga hal penting yang sangat menarik:
1. Formasi Baru, Dominasi Total.
Massimiliano Allegri sang pelatih AC Milan mencoba formasi empat bek dengan skema 4-3-3 di babak pertama dan kedua.
Hasilnya AC Milan tampil sangat serius dan disiplin, mendominasi pertandingan dengan kemenangan telak 9-0.
Ini menunjukkan bahwa AC Milan siap menghadapi lawan-lawan kecil di musim depan untuk mengumpulkan poin dengan formasi dominasi suler.
Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri tahu betul bahwa musim depan bukan cuma soal lawan Inter Milan atau Napoli.
Tapi juga AC Milan harus rajin mengumpulkan poin dari tim-tim, dan ini awal yang sangat bagus.
Saat beruji coba dengan tim besar semisal Liverpool, AC Milan menang, dan saat menghadapi tim kecil di Australia yakni Perth Glory, AC Milan juga menang.
2. Loftus-Cheek Bukan Cadangan Biasa.
Ruben Loftus-Cheek sang pemain AC Milan semakin on fire.
Sudah tiga pertandingan, Ruben Loftus-Cheek selalu jadi starter AC Milan.
Dia cetak gol lawan Liverpool, dan kini melawan Perth Glory permainan pemain AC Milan itu sangat solid.
Bahkan sebelum pramusim, Igli Tare si petinggi AC Milan sudah mengatakan Ruben Loftus-Cheek itu salah satu gelandang paling komplet di Eropa.
Hari ini Ruben Loftus-Cheek membuktikan itu pada pendukung AC Milan yang dulu meragukan dirinya.
Ruben Loftus-Cheek kuat, cerdas, ngotot hingga menit akhir dia bermain bagi AC Milan.
Jika terus begini, bahkan posisi Luka Modric pun, gelandang AC Milan lainnya bisa tersaingi.
Ini menunjukkan bahwa Ruben Loftus-Cheek benar-benar menjadi bagian penting dari tim AC Milan.
Tak sekadar penghangat bangku cadangan AC Milan.
Baca Juga: Terungkap, Ini Target Prestisius Massimiliano Allegri untuk AC Milan
3. AC Milan Tampaknya Tak Butuh Striker.
Santiago Gimenez, satu-satunya striker murni saat ini belum bergabung dengan AC Milan.
Namun AC Milan seperti tak kekurangan goal getter sama sekali.
Rafael Leao cetak 3 gol dari 3 laga, dia main sebagai striker dadakan AC Milan.
Kemudian Noah Okafor makin tajam dengan 4 gol, padahal dia dulunya pemain tengah yang kerap terpinggirkan di bangku cadangan AC Milan.
Ini menunjukkan bahwa lini depan AC Milan tetap produktif meskipun striker utama belum hadir.
Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri memang suka tim yang punya striker murni.
Dan semua Milanisti agaknya tahu AC Milan sedang mencari tambahan di lini depan.
Tapi sementara ini semua lini AC Milan bisa mencetak gol.
Gaya main AC Milan mulai terlihat, fleksibel, menyerang, dan serius melawan siapa pun.
Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri mulai memberu kejutan taktik.
Ruben Loftus-Cheek makin padu, dan lini depan tetap produktif walau striker utama belum hadir.
Jika awal musim bisa sekonsisten ini, Milanisti bisa harap banyak di 2025-2026 AC Milan akan kembali gacor. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic