LombokPost - Ardon Jashari terbang ke Milan semalam dan sudah tiba untuk segera menjalani tes medis terkait kepindahannya ke AC Milan.
Tes medis Ardon Jashari bersama AC Milan diagendakan akan dilakukan pagi hari waktu setempat.
Tawaran yang diterima oleh presiden Club Brugge kemarin untuk Ardon Jashari dari AC Milan setelah putaran negosiasi yang menentukan adalah € 36 juta+ € 3 juta sebagai bonus.
Ardon Jashari akan diikat kontrak selama 5 tahun oleh AC Milan.
Club Brugge sejatinya punya target menjual Ardon Jashari ke AC Milan mencapai angka € 40 juta untuk menunjukkan bahwa mereka tahu cara menjual dengan harga tersebut.
Tapi AC Milan berhasil mencapai kesepakatan Ardon Jashari dengan Club Brugge dengan harga yang sedikit lebih rendah.
Statistik memperlihatkan Ardon Jashari adalah pemain Club Brugge yang paling banyak merebut bola musim lalu, 169 kali, sehingga wajar AC Milan meliriknya.
Selain itu, AC Milan juga tertarik karena tidak ada rekan setim lain Ardon Jashari yang melakukan lebih banyak umpan terobosan daripada dia 11 kali, imbang dengan Hans Vanaken.
Berkat kegigihan Ardon Jashari yang hanya ingin bergabung dengan AC Milan, menjadi titik balik kepindahannya dari Club Brugge.
Baca Juga: Zachary Athekame, Pilihan Strategis Realistis AC Milan untuk Posisi Bek Kanan, Ini Tiga Alasannya
Ardon Jashari menolak tawaran dari Dortmund, Chelsea dan Inter Milan, dia hanya menerima pinangan AC Milan.
Semua negosiasi awal ditolak oleh Ardon Jashari yang sedari awal menegaskan hanya ingin pindah ke klub idola masa kecilnya AC Milan.
Dan kemarin intervensi langsung dari Furlani si petinggi AC Milan kepada presiden Club Brugge akhirnya membuka blokir Ardon Jashari.
Langkah yang berani dari Furlani terkait Ardon Jashari, pria yang masih muda dan belum berpengalaman sebagai CEO klub sebesar AC Milan.
Dengan keberhasilan merekrut Ardon Jashari, Furlani diharap makin matang sebagai CEO dan prestasi tim AC Milan pun meningkat. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic