LombokPost - FC Volendam resmi melepas striker naturalisasi anyar, Mauro Zijlstra, ke Timnas Indonesia untuk agenda internasional September ini.
Klub Eredivisie itu mengumumkannya lewat media sosial, bersama dengan pelepasan Yannick Leliendal ke Timnas Suriname dan Ozan Kokcu ke Timnas Azerbaijan.
Awalnya, Volendam menyebut Mauro Zijlstra dilepas ke Timnas Indonesia U-23. Namun, harapan publik untuk melihatnya langsung tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pupus.
Exco PSSI Arya Sinulingga menegaskan, batas pendaftaran pemain ke AFC sudah ditutup. Itu artinya, meski naturalisasi Mauro Zijlstra resmi berlaku sejak 29 Agustus 2025, ia dipastikan gagal tampil di ajang tersebut.
Situasi ini membuat nasib Mauro Zijlstra berbalik arah. Alih-alih memperkuat U-23, striker 19 tahun itu justru diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia senior.
Terlebih, penyerang utama Ole Romeny sedang cedera, sehingga Patrick Kluivert membutuhkan opsi baru di lini depan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya sudah menyiapkan Zijlstra sebagai bagian penting untuk regenerasi skuad.
Ia disiapkan sebagai striker muda di Timnas U-23, sekaligus menjadi pelapis di tim senior. Kini, peluang debut Zijlstra bersama Timnas Indonesia senior di FIFA Matchday September kontra Taiwan dan Lebanon, serta ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, terbuka lebar.
Proses naturalisasi Mauro Zijlstra sendiri berjalan mulus setelah Komisi X dan XIII DPR RI memberi persetujuan akhir Agustus lalu.
Sumpah WNI dijadwalkan dilakukan di Eropa, bersamaan dengan Miliano Jonathans. Dengan begitu, Mauro Zijlstra resmi masuk keluarga besar Timnas Indonesia.
Kehadirannya menjadi secercah harapan baru untuk publik sepak bola Tanah Air. Meski gagal main di U-23, Mauro Zijlstra justru muncul sebagai amunisi segar Timnas Indonesia senior, yang kini tengah membutuhkan penyerang murni untuk mendukung ambisi lolos ke Piala Dunia 2026. (***)
Editor : Alfian Yusni