Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siswa SRMA 38 Lotim Dibina ala Ponpes

Supardi
Penulis: Supardi❯
BELAJAR: Siswa-siswi SRMA 38 Lombok Timur sedang mengikuti pembelajaran dengan semangat.
BELAJAR: Siswa-siswi SRMA 38 Lombok Timur sedang mengikuti pembelajaran dengan semangat.

Advertisement

LombokPost - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur (Lotim) menginisiasi pembinaan tambahan bagi siswa di asrama. Selain mengembangkan keterampilan dan produktivitas, siswa juga mengikuti pola pembinaan keagamaan layaknya pondok pesantren.

"Bapak kepala sekolah ingin menghidupkan asrama dengan kebiasaan islami atau layaknya kehidupan di pondok," terang Waka Kesiswaan SRMA 38 Lotim Heru Hermansyah, ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/6).

Kegiatan sejak bangun tidur hingga tidur kembali sudah terjadwal. Mulai jadwal bangun, salat, makan, mengaji, dan kegiatan lainnya. Semua siswa-siswi ditekankan untuk selalu tertib dan disiplin. Terutama melaksanakan salat wajib dan sunnah.

Di asrama, siswa-siswi menjalankan program mengaji seperti di pondok. Para siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan mengaji. Mulai yang tidak lancar, baru mengenal hingga yang menghafal Alquran.

"Program ini sudah tiga bulan kita maksimalkan. Alhamdulillah, mulai ada peningkatan," terangnya.

Advertisement

Heru mengatakan, SRMA 38 Lotim menerapkan tiga kurikulum. Yakni kurikulum SMA, pondok pesantren atau keagamaan di asrama, dan program vokasi untuk pengembangan skill, bekerja sama dengan sejumlah SMK dan BPVP Lotim.

Dengan tiga kurikulum ini, SRMA 38 Lotim berharap dapat meminimalisasi dan mencegah anak-anak yang lulus tidak kembali ke posisi miskin ekstrem atau miskin. Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan.

"Ketika mereka kembali ke orang tuanya nanti, mereka bisa merubah nasib dan bisa mengangkat derajat orang tua, sehingga tidak lagi sebagai orang miskin," katanya.

Melalui skill yang disiapkan di sekolah, para siswa diharapkan dapat memaksimalkannya dengan baik. Selain itu, Kementerian Sosial (Kemensos) juga memfasilitasi orang tua anak-anak yang sekolah di SRMA dengan memberikan bantuan.

Bantuan terhadap orang tua siswa ini diharapkan membuat siswa tidak lagi khawatir dengan ekonomi orang tuanya di rumah. Mereka bisa fokus belajar dengan maksimal. Sehingga setelah lulus bisa menjadi orang yang siap bekerja, atau melanjutkan sekolah dan menjadi orang sukses di masa depan.

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Masa Depan Penuh Harapan dari SRMA Lombok Timur, Anak-anak Keluarga Prasejahtera Merangkai Mimpi untuk Bisa Kuliah dan Bekerja dengan Layak

Masa Depan Penuh Harapan dari SRMA Lombok Timur, Anak-anak Keluarga Prasejahtera Merangkai Mimpi untuk Bisa Kuliah dan Bekerja dengan Layak

Keberadaan Sekolah Rakyat Menegah Atas (SRMA) 38 Lotim membuat anak-anak dari keluarga miskin di Lotim bisa menatap masa depan lebih cerah

Sekolah Rakyat Lotim Dilengkapi Fasilitas Kesehatan

Sekolah Rakyat Lotim Dilengkapi Fasilitas Kesehatan

Selain menyiapkan lahan, Pemkab Lombok Timur (Lotim) juga akan menyediakan fasilitas kesehatan di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR)

Kiprah Irfan Sohandi, Murid Pertama SRMA 38 Lotim, Sempat Daftar Jadi Pekerja Migran, Kini Wakili NTB Hingga Tingkat Nasional

Kiprah Irfan Sohandi, Murid Pertama SRMA 38 Lotim, Sempat Daftar Jadi Pekerja Migran, Kini Wakili NTB Hingga Tingkat Nasional

Irfan Sohandi hampir saja tidak tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Namun sekolah Rakyat membuatnya bisa bersekolah lagi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer