Pemain berusia 25 tahun ini menghabiskan paruh kedua musim lalu dengan status pemain pinjaman di Real Betis dan mencetak sembilan gol dalam 26 pertandingan di bersama pelatih Manuel Pellegrini.
Namun tarik ulur terjadi mengingat MU belum sepenuhnya mengizinkan Antony hijrah ke Betis secara permanen mengingat kesepakatan harga yang tak kunjung terapai.
Antony akhirnya resmi meninggalkan Man United untuk bergabung dengan dengan Real Betis pada hari terakhir bursa transfer.
Baca Juga: Double Deal! Man United Sepakat Lepas Antony dan Sancho Dengan Skema Berbeda.
Antony sendiri tetap menjadi rekrutan terbesar kedua United dalam sejarah dengan harga €95 juta setelah rekor transfer Paul Pogba dengan harga €105 juta.
Meskipun performanya di Betis sedang bagus, namun di MU ia hanya mencetak 12 gol dan lima assist dalam 96 penampilan.
Pada hari Selasa (2/9/25) aktu setempat, Antony diperkenalkan sebagai pemain Betis dan berbicara kepada media dengan latar belakang langit Sevilla yang cerah.
Ia terpaksa menghapus air matanya saat berbicara tentang MU dan betapa bahagianya ia kembali ke Betis yang menyambutnya dengan tangan terbuka.
"Hanya keluarga saya yang tahu betapa sulitnya berada di sana," ucapnya sambil menangis.
"Berlatih secara terpisah... tetapi saya tahu momen luar biasa ini akan datang. Tentu saja, saya takut itu tidak akan terjadi pada akhirnya, tetapi saya menunggu karena saya memiliki keyakinan yang begitu besar." sambungnya
Baca Juga: Real Betis Optimis Rekrut Antony, Tawarkan Skema Pinjaman ke Manchester United
Ia kemudian menambahkan betapa berbedanya kehidupan di Betis, klub yang sangat ingin ia tuju setelah bertahun-tahun menderita bersama Setan Merah:
"Betapa berbedanya! Sevilla lebih indah daripada Manchester. Saya akhirnya di sini. Saya menghabiskan lebih dari 40 hari di hotel; itu sangat sulit, tetapi semua orang tahu saya ingin kembali ke Betis," tambahnya.
Terakhir, Antony menjelaskan bahwa cinta dari suporter jauh lebih berarti daripada uang yang ditawarkan kepadanya di klub seperti United. Menrtnya tanpa dukungan supporer, para pemain seringkali merasa patah semangat dan gugup menghadapi setiap penampilan di lapangan.
“Bagi saya, kasih sayang sangat penting dan bukan hanya soal uang,"
“Di sini saya merasakan banyak perasaan dan kasih sayang, itu selalu menjadi pilihan pertama saya dan itulah mengapa saya menunggu hingga hari terakhir untuk kembali ke Betis. Sekarang saya di sini dan bahagia di kota dan klub yang saya cintai.” tutupnya.
Editor : Redaksi Lombok Post