
LombokPost – Petinggi Gerindra NTB pasang badan atas isu miring yang menimpa kadernya dalam pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Itu setelah Anggota DPRD NTB Fraksi Partai Gerindra Yasin dituding memonopoli tujuh dapur yang beroperasi di Kabupaten Bima melalui anaknya.
"Saya tidak percaya Pak Yasin punya belasan dapur. Itu perlu dicek keabsahan berita itu," kata Bendahara DPD Gerindra NTB Lalu Wirajaya, Selasa (9/6).
Sebagai sesama kader Gerindra, Wirajaya mengaku hampir setiap hari berkomunikasi dengan Yasin. Dan sejauh ini ia tidak mengetahui kalau koleganya itu memiliki banyak dapur MBG melalui anaknya.
Baca Juga: Anak Anggota DPRD NTB Punya Tujuh Dapur MBG di Bima, Yasin: Bukan Semua Dikelola Anak Saya
"Kalau sudah bapaknya saja saya tidak yakin, apalagi anaknya. Mungkin hanya isu. Namanya dunia politik ada saja cara-cara yang dipakai untuk menjatuhkan orang lain," ujarnya.
Wirajaya mengaku bisa mengukur kemampuan Yasin. Sebab untuk membangun satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saja membutuhkan banyak modal.
Uang yang dibutuhkan antara Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,8 miliar.
"Pak Yasin ini modal untuk membuat usaha gas saja minjam. Apalagi mau punya usaha tujuh sampai belasan dapur," cetus Wirajaya.
Terkait dengan dapur MBG yang terafiliasi dalam satu yayasan keluarga, Wirajaya menyampaikan hal itu dibolehkan secara aturan.
Asalkan sesuai dengan standar SOP yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Sebab satu yayasan boleh mengelola maksimal 10 dapur dalam satu provinsi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



