LombokPost - Sergio Ramos resmi mengejutkan publik dengan merilis lagu rap berjudul Cibeles, yang langsung viral di media sosial dan YouTube.
Lagu Cibeles milik Sergio Ramos bukan sekadar eksperimen musik, melainkan sindiran emosional kepada Florentino Perez dan Real Madrid.
Bek legendaris ini, yang kini bermain di Monterrey, Meksiko, menyampaikan rasa sakit dan nostalgia lewat lirik yang penuh simbol, sembari mengingat masa kejayaannya di Santiago Bernabeu.
Judul Cibeles sendiri diambil dari Plaza de Cibeles di Madrid, lokasi ikonik tempat Real Madrid biasa merayakan gelar La Liga dan Liga Champions bersama fans.
Dalam lagu Cibeles, Sergio Ramos menyinggung momen pahit ketika ia dipaksa meninggalkan Los Blancos pada 2021.
Salah satu baitnya berbunyi: “Aku tak pernah ingin pergi, tapi kau memintaku untuk terbang” sebuah sindiran tajam yang jelas diarahkan pada Presiden Real Madrid, Florentino Perez.
Video musik Cibeles sudah ditonton lebih dari 700 ribu kali dalam sehari, menampilkan visual dramatis Plaza de Cibeles yang lengang, seekor kuda putih, dan patung Cibeles yang dibuat seolah menangis dengan teknologi AI.
Simbol-simbol ini memperkuat kesan bahwa Sergio Ramos masih menyimpan luka terhadap kepergiannya dari Real Madrid.
Produksi lagu ini digarap serius. Sergio Ramos menulis sendiri liriknya, bekerja sama dengan produser papan atas Ovy On The Drums dan Yeray Music, sementara video musiknya dikerjakan oleh Little Spain, rumah produksi yang juga pernah bekerja dengan C. Tangana.
Dalam wawancara dengan El Hormiguero, Ramos mengaku lagu ini lahir dari kebiasaannya menulis di Paris, saat masih membela PSG.
Ia juga menyebut target pribadinya: “Aku melihat diriku meraih Grammy lebih dulu, sebelum mengangkat trofi Liga Champions sebagai pelatih.”
Reaksi fans terbagi. Banyak yang menyebut Ramos jenius, menegaskan bahwa sejarah Real Madrid tak bisa ditulis tanpa dirinya.
Namun, ada pula yang menilai Ramos terlalu ingin selalu jadi pusat perhatian. Bahkan pengamat sepak bola Spanyol, Cristobal Soria, menyebut Ramos juga termotivasi oleh peluang finansial, karena ia sedang menyiapkan album penuh dengan kolaborasi bersama artis Latin seperti Maluma hingga J Balvin.
Meski menuai pro-kontra, Sergio Ramos lewat lagu rap Cibeles berhasil menunjukkan sisi lain dirinya: bukan hanya legenda Real Madrid, tapi juga seorang seniman yang berani membuka luka lama melalui musik.
Di bagian akhir lagunya, Ramos bahkan memberi sinyal: “Aku akan kembali dengan senang hati… sekali dan seribu kali.”
Pesan itu seolah undangan terbuka bagi Real Madrid, dan juga fans, bahwa pintu reuni suatu hari masih belum tertutup. (***)
Editor : Alfian Yusni