
LombokPost- PGRI Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar menggelar sosialisasi Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah dan Kepmendikdasmen Nomor 129/P/2025 tentang Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS), Pelatihan BCKS, serta mekanisme penugasan kepala sekolah di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, pekan lalu.
Ketua PGRI Lobar Akhmad Sujai mengatakan sosialisasi itu bertujuan meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kependidikan terhadap regulasi terbaru penugasan kepala sekolah.
“Kita menyadari kepala sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah, kualitas, dan kemajuan pendidikan di satuan pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 menjadi momentum menghadirkan sistem penugasan kepala sekolah yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis kompetensi. Sementara Kepmendikdasmen Nomor 129/P/2025 mengatur tahapan seleksi substansi, pelatihan BCKS, hingga mekanisme penugasan kepala sekolah.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap tidak terjadi lagi kesalahpahaman informasi ataupun keraguan dalam mengikuti proses seleksi dan penugasan kepala sekolah,” katanya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Lombok Barat Saeful Ahkam mengingatkan kepala sekolah agar tidak terjebak zona nyaman di tengah perubahan regulasi pendidikan. Kepala sekolah, kata dia, dituntut terus meningkatkan profesionalisme dan kapasitas kepemimpinan.
“Kepala sekolah tidak boleh berhenti belajar dan merasa cukup dengan capaian yang ada. Pendidikan terus berubah, sehingga kepala sekolah harus adaptif, inovatif, dan mampu menjadi motor penggerak perubahan di sekolah,” ujarnya.
Ahkam menjelaskan, kepala sekolah tidak hanya fokus pada administrasi, tetapi juga menjalankan fungsi EMAS, yakni edukator, manager, administrator, dan supervisor. Kepala sekolah juga dituntut mampu membangun budaya kerja positif dan kolaboratif di lingkungan sekolah.
“Sekolah yang maju lahir dari pemimpin yang mampu membangun budaya kerja positif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




