LombokPost - Dari skuad AC Milan musim lalu, hanya 9 pemain yang tersisa di musim ini.
Sebagian transfer bahkan sudah dimulai pada Januari lalu dengan total 40 transaksi yang dibuat AC Milan.
Catatan terkini, 10 pemain dibeli dengan 27 pemain pergi dan 3 pemain kembali ke AC Milan dari masa pinjaman.
AC Milan menghabiskan sekitar € 158 juta tidak termasuk bonus untuk mendatangkan para pemain baru tersebut.
Dari penandatangan 10 pemain baru itu, ada 2 pemain termahal yang di datangkan AC Milan.
Mereka adalah Christopher Nkunku seharga € 37 juta yang berposisi sebagai pemain depan dan Ardon Jashari sang pemain tengah seharga € 34 juta.
Kemudian dari penjualan permanen tidak termasuk bonus atau opsi/kewajiban untuk membeli, setan merah AC Milan mendapat jaminan € 105 juta, dengan neraca sekitar €166 juta.
Secara keseluruhan, dari segi keuangan AC Milan bergerak ke arah positif.
Namun strategi transfer tak lepas dari kritik, APA Milan (Asosiasi Pemegang Saham Kecil Milan) mengkritisi kegagalan Milan untuk musim 2024/25.
Baca Juga: Santiago Gimenez Bukanlah Striker Idaman Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri
Untuk, bursa transfer yang dilakukan AC Milan, klub disebut bekerja tanpa rencana yang jelas.
Seringkali hanya mengikuti peluang yang ada yang bersifat sementara dan tidak memiliki struktur tim yang jelas.
Risikonya, AC Milan mengorbankan pertumbuhan taktis tim yang telah dirombak total.
Dari sudut pandang bisnis, manajemen AC Milan dikondisikan oleh kurangnya pendapatan Liga Champions.
Kemudian untuk target yang ditetapkan peringkat ke-4 dianggap terlalu sederhana untuk klub penuh sejarah dan sebesar AC Milan. (yuk/r6)