Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mohamed Salah Rela Korbankan Rekor Gol demi Omar Marmoush, Mesir Makin Perkasa di Kualifikasi Piala Dunia

Alfian Yusni • Sabtu, 6 September 2025 | 20:37 WIB
Alih-alih mengeksekusi sendiri dan melewati para legenda Afrika, Mohamed Salah justru memberikan kesempatan kepada Omar Marmoush. (istimewa)
Alih-alih mengeksekusi sendiri dan melewati para legenda Afrika, Mohamed Salah justru memberikan kesempatan kepada Omar Marmoush. (istimewa)

LombokPost - Mohamed Salah kembali jadi buah bibir setelah membawa Mesir menang 2-0 atas Ethiopia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat (5/9) malam WIB di Kairo.

Kapten timnas Mesir itu mencetak gol pertama lewat titik penalti pada menit ke-41, sebelum memberikan hadiah besar kepada rekannya, Omar Marmoush.

Gol pertama Mohamed Salah membuatnya menyamai rekor pencetak gol terbanyak Afrika di kualifikasi Piala Dunia dengan 18 gol.

Ia kini sejajar dengan legenda top Samuel Eto’o, Didier Drogba, Islam Slimani, dan Moumouni Dagano. Namun, bukannya mengejar rekor pribadi, Salah justru melakukan hal tak terduga.

Hanya enam menit setelah gol pertamanya, Mesir kembali mendapat penalti.

Alih-alih mengeksekusi sendiri dan melewati para legenda Afrika, Mohamed Salah justru memberikan kesempatan kepada Omar Marmoush.

Penyerang Manchester City itu pun sukses menuntaskan penalti, menggandakan keunggulan Mesir menjadi 2-0.

“Bagi saya, kemenangan tim selalu lebih penting. Omar pantas mendapat kesempatan itu, dan saya senang dia bisa mencetak gol,” ujar Mohamed Salah seusai laga, dikutip dari media Mesir.

Gestur Mohamed Salah itu langsung menuai banyak pujian dari fans dan media.

Padahal, Salah masih memburu rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Mesir yang saat ini dipegang Hossam Hassan dengan 68 gol.

 

Koleksi Salah baru 61 gol, hanya terpaut tujuh dari rekor tersebut.

Bukan kali pertama Salah mengalah demi rekannya. Pada musim 2018/19, ia juga sempat memberikan penalti kepada Roberto Firmino agar rekannya bisa mencetak hattrick saat Liverpool membantai Arsenal 5-1.

Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, bahkan menyanjung momen itu.

“Mo Salah memberikan penalti kepada Bobby (Firmino) dan saya hampir menangis. Kita semua tahu betapa Mo ingin mencetak gol. Itu menunjukkan kualitas kepemimpinan yang luar biasa,” kata Klopp kala itu.

Di luar lapangan, Mohamed Salah juga menunjukkan sikap rendah hati.

Baru-baru ini, ia membela mantan rekan setimnya, Luis Diaz dan Darwin Nunez, dari unggahan fans yang menyebut keduanya kalah kualitas dibanding rekrutan anyar Liverpool, Florian Wirtz dan Alexander Isak.

“Bagaimana kalau kita rayakan saja perekrutan hebat ini tanpa harus merendahkan juara Premier League?” tulis Mohamed Salah di media sosial, menanggapi unggahan tersebut.

Tak berhenti di sana, Salah juga memberi motivasi kepada pemain muda Amr El Gazar, yang baru pertama kali dipanggil ke timnas senior Mesir.

Pemain berusia 21 tahun itu mengaku tersentuh setelah mendapat jersey Liverpool bertanda tangan langsung dari Salah.

“Momennya sangat berharga. Dapat dukungan dari Salah membuat pengalaman pertama saya bersama timnas menjadi semakin spesial,” ungkap El Gazar.

Dengan kemenangan ini, Mesir mantap memimpin Grup A kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka unggul lima poin dari Burkina Faso setelah tujuh pertandingan.

 

Mohamed Salah pun sekali lagi membuktikan dirinya bukan sekadar mesin gol, tapi juga pemimpin yang tahu cara membesarkan hati rekan setimnya. (***)

Editor : Alfian Yusni
#liverpool #Omar Marmoush #mesir #mohamed salah #Kualifikasi Piala Dunia 2026