LombokPost - Duel panas kualifikasi Piala Dunia antara Jerman dan Irlandia Utara akhir pekan ini punya bumbu cerita menarik.
Conor Bradley, bek Liverpool yang baru pulih dari cedera, melempar guyonan ke rekan setimnya di Anfield, Florian Wirtz.
Bradley mengaku sudah tak sabar menghadapi Jerman yang terluka usai dipermalukan Slovakia. Kebetulan, ia berpotensi langsung berduel dengan Wirtz di sisi sayap.
“Ada sedikit bercanda sebelum kami berangkat, tapi belum ada WhatsApp. Mungkin besok saya harus bilang langsung ke dia: jangan terlalu keras lawan kami,” kata Bradley sambil tertawa kepada BBC NI.
Bradley yang sempat kehilangan tempat di Liverpool karena Jeremie Frimpong itu menegaskan kualitas Wirtz tak perlu diragukan.
“Dia pemain luar biasa. Saya sudah lihat kualitasnya selama pramusim. Kami harus benar-benar bisa menghentikannya Minggu malam nanti,” ujarnya.
Komentar Conor Bradley ini muncul di tengah sorotan tajam terhadap Florian Wirtz. Media Jerman menuding Wirtz tampil mengecewakan saat Jerman kalah dari Slovakia.
Namun, banyak pandit di Inggris menilai kritik tersebut berlebihan. Wirtz dianggap hanya butuh waktu beradaptasi dengan kerasnya Premier League.
Tiga lawan pertama Florian Wirtz di Inggris juga tak ringan. Bournemouth dengan pressing ketat ala Iraola, Newcastle yang sedang panas usai saga Isak, serta Arsenal runner-up musim lalu dengan pressing man-to-man.
Meski demikian, Wirtz sempat menunjukkan kualitasnya di babak kedua melawan Arsenal sebelum ditarik keluar karena kram parah.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, mencoba menenangkan situasi. Ia menegaskan kondisi Florian Wirtz baik-baik saja.
“Itu bukan cedera, hanya sambutan untuk Premier League. Setelah 85 menit lawan Arsenal, dia baru sadar bisa kram di banyak tempat sekaligus. Itu normal,” ujar Slot.
Slot juga menegaskan, pemain muda seperti Florian Wirtz memang butuh waktu.
“Kalau Anda merekrut pemain top dari liga lain, apalagi masih muda, wajar mereka butuh proses menuju level Premier League. Dan itulah yang sedang mereka jalani,” jelasnya. (***)
Editor : Alfian Yusni