LombokPost - Kegagalan Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk melangkah lebih jauh menuju Piala Dunia 2026 telah menciptakan krisis di tubuh Skuad Garuda dan Patrick Kluivert.
Setelah hanya menjadi pelengkap di fase keempat kualifikasi zona Asia, menyusul kekalahan dari Arab Saudi dan Irak, posisi pelatih utama yang kini diduduki oleh Patrick Kluivert berada di ambang pergantian.
Meskipun mantan bintang Ajax dan timnas Belanda itu baru datang menggantikan Shin Tae Yong dan terikat kontrak hingga tahun 2027, Patrick Kluivert kini berada dalam ketidakpastian besar.
Patrick Kluivert sendiri tampak bingung dan tidak dapat memberikan kepastian mengenai masa depannya saat ditanya wartawan seusai laga penentuan melawan Irak.
Tekanan publik pun meninggi, dengan tagar #kluivertout menggema di media sosial, menunjukkan rasa frustrasi netizen terhadap kinerja pelatih yang dianggap gagal mewujudkan ambisi lolos Piala Dunia.
Hingga saat ini, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait nasib Patrick Kluivert.
Namun, desas-desus mengenai pergantian juru taktik mulai menyeruak, dan sejumlah sosok besar yang saat ini sedang tidak terikat kontrak pun menjadi kandidat potensial.
Lima Kandidat Utama Calon Pengganti Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
Berdasarkan spekulasi dan rekam jejak, berikut adalah daftar pelatih yang dianggap paling pantas dan memiliki peluang mengisi kursi panas Timnas Indonesia:
1. Wajah Lama yang Dinantikan: Shin Tae Yong
Nama Shin Tae-yong (STY) masih meninggalkan kenangan manis dan legacy yang kuat di kalangan suporter.
Meskipun awalnya diragukan, pelatih asal Korea Selatan ini berhasil menunjukkan perkembangan positif pada permainan Timnas, terutama dalam hal mentalitas dan taktik tim.
Pemahaman mendalamnya mengenai kultur dan lanskap sepak bola Indonesia menjadi nilai plus yang tak dimiliki kandidat lain.
Statusnya yang baru saja berpisah dengan klub Korea Selatan, Ulsan HD, membuatnya tersedia dan sangat mungkin untuk kembali.
2. Jaringan Belanda dan Bintang Dunia
Jika PSSI ingin mempertahankan aroma Eropa, khususnya Belanda, ada tiga nama besar yang patut dipertimbangkan, dua di antaranya memiliki nama besar di kancah sepak bola dunia:
1. Giovanni Van Bronckhorst (GVB): GVB menawarkan kombinasi nama besar, pengalaman melatih, dan ikatan emosional.
Sebagai mantan pemain Feyenoord, Arsenal, dan Barcelona, ia memiliki 106 caps di timnas Belanda.
GVB juga sarat prestasi kepelatihan, termasuk membawa Feyenoord menjuarai Eredivisie.
Daya tarik terbesarnya adalah darah Indonesia yang mengalir dari kedua orang tuanya, yang bisa menjadi jembatan kuat antara tim dan suporter.
2. Phillip Cocu: Cocu merupakan senior Kluivert di timnas Belanda dan dianggap layak memimpin Timnas Indonesia.
Ia pernah menjadi asisten pelatih timnas Belanda dan PSV. Kariernya sebagai pelatih utama melejit saat ia sukses membawa PSV meraih gelar Eredivisie sebanyak tiga kali (2015, 2016, 2018).
Cocu akan menjadi opsi yang ideal jika PSSI memilih untuk melanjutkan ‘proyek Belanda’ dan memanfaatkan staf yang sudah ada.
3. Alex Pastoor: Saat ini menjabat sebagai asisten pelatih, Pastoor disinyalir oleh media-media Belanda sebagai otak taktis sesungguhnya di belakang Kluivert.
Meskipun tidak memiliki ketenaran setara STY atau GVB, kemampuan teknisnya di pinggir lapangan membuatnya menjadi pilihan realistis jika PSSI mencari kontinuitas dengan biaya yang lebih efisien.
3. Pengalaman di Sepak Bola Asia: Jesus Casas
Jesus Casas dapat masuk pertimbangan karena rekam jejaknya di sepak bola Asia.
Pelatih asal Spanyol ini pernah menjabat sebagai juru taktik Timnas Irak dari tahun 2022 hingga 2025.
Selama memimpin Singa Mesopotamia, Casas mencatatkan statistik yang cukup baik, dengan 18 kemenangan, delapan kali seri, dan delapan kali kalah.
Meskipun diberhentikan setelah kalah 1-2 dari Palestina, pengalamannya sebagai asisten pelatih di Watford dan timnas Spanyol memberinya bekal ilmu kepelatihan modern dan pemahaman tentang dinamika persaingan di kawasan Asia.
Banyak netizen yang saat ini meminta Patrick Kluivert untuk keluar sebagai pelatih Timnas Indonesia.***
Editor : Fratama P.