Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ujian Berat Persija di Surabaya: Lini Belakang Rontok, Persebaya Siap Menggigit di GBT!

Alfian Yusni • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 15:57 WIB
Photo
Photo

LombokPost - Stabilitas Persija Jakarta kembali akan diuji saat Macan Kemayoran bertandang ke markas Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super League 2025/2026, Sabtu (18/10) malam di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Laga Persebaya vs Persija ini jadi sorotan karena datang di tengah situasi sulit bagi tim asuhan Mauricio Souza.

Tiga laga tanpa kemenangan membuat Persija Jakarta berada di bawah tekanan besar. Setelah ditahan Bali United 1-1 di Jakarta, Persija tumbang 0-2 dari PSM Makassar di Parepare dan dipaksa menyerah 1-3 oleh Borneo FC di Samarinda.

Rangkaian hasil minor ini membuat posisi Persija di klasemen merosot dan kepercayaan diri pemain menurun drastis.

Lini Belakang Rontok, Souza Pusing

Masalah terbesar Persija Jakarta musim ini adalah lini belakang. Duet Rizky Ridho dan Jordi Amat yang awalnya tangguh kini mudah ditembus.

Kesalahan komunikasi dan buruknya antisipasi bola-bola mati membuat pertahanan Persija bocor di tiga laga terakhir.

Beberapa laporan menyebut Mauricio Souza akan mencoba rotasi di sektor belakang untuk meredam agresivitas tuan rumah Persebaya Surabaya.

Pelatih asal Brasil itu disebut tengah menimbang opsi menurunkan bek muda seperti Achmad Zaky atau Fachruddin Aryanto untuk mendampingi Ridho.

Namun, keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi latihan terakhir sebelum keberangkatan ke Surabaya.

 

Persebaya Surabaya Siap Menggigit di GBT

Di sisi lain, Persebaya Surabaya tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Bermain di Gelora Bung Tomo (GBT) yang kembali digunakan musim ini, tim Bajol Ijo siap tampil menekan sejak menit awal.

Dukungan ribuan Bonek Mania dipastikan jadi amunisi tambahan bagi tim asuhan pelatih Paulo Duarte itu.

Strategi Persebaya difokuskan pada kecepatan sayap dan duel udara. Mereka menyiapkan pola serangan cepat melalui Zulfiandi dan Kadek Raditya, serta eksploitasi bola mati yang terbukti ampuh melawan tim besar.

Pertaruhan Mental dan Gengsi

Laga Persebaya vs Persija bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah duel dua tim bersejarah, penuh gengsi, dan sarat emosi. Mauricio Souza menyadari laga ini bisa jadi titik balik musim timnya atau justru titik nadir.

“Yang kami butuhkan sekarang bukan hanya kemenangan, tapi juga rasa percaya diri kembali. Kami harus kompak, berani menekan, dan disiplin,” ujar Souza dikutip dari laman resmi klub.

Bagi Persebaya, kemenangan atas Persija akan memperpanjang tren positif di kandang dan mengokohkan posisi mereka di papan atas klasemen Super League 2025/2026.

Sementara bagi Persija Jakarta, hasil positif di GBT bisa menjadi momentum kebangkitan. Sebaliknya, kekalahan akan memperdalam krisis dan memicu tekanan terhadap sang pelatih. (***)

 

 

Editor : Alfian Yusni
#persebaya #Super League #Persebaya vs Persija #persija