LombokPost - Luka Modric mengatakan dirinya mencintai AC Milan sejak kecil.
Idola Luka Modric kecil saat itu adalah Zvonimir Boban yang kala itu bermain untuk AC Milan.
"Saya tumbuh dengan kisah hebatnya, juga dengan Maldini, Kaka, Seedorf, dan Pirlo," ujar Luka Modric menyebut nama-nama bintang AC Milan yang dikaguminya.
Kini, di penghujung karirnya, pemain 40 tahun itu bermain bagi AC Milan.
Luka Modric yang berkebangsaan Kroasia seolah sedang mengukir ceritanya, bermain bersama AC Milan yang dikagumi sejak kecil.
Bagi Luka Modric yang penah bermain di Real Madrid, Santiago Bernabeu jelas sangat spesial, dia sudah 13 tahun di sana sebelum akhirnya berseragam AC Milan.
Luka Modric mengalami banyak emosi yang tak bisa dijelaskan di sana, tapi San Siro Markas AC Milan menurutnya juga stadion yang penuh sejarah.
"Ancelotti (mantan pelatih AC Milan dan Real Madrid) pernah bilang saya akan bahagia jika bermain di sana," cerita Luka Modric.
Kini, bersama AC Milan Luka Modric sedang mengukir ceritanya.
Baca Juga: Kejar Scudetto, AC Milan Butuh Bala Bantuan Seperti Ini
Samuele Ricci rekannya di AC Milan mengatakan Luka Modric layaknya sosok apak bagi pemain lain.
Luka Modric yang memang merupakan pemain tertua di AC Milan adalah sosok pemimpin sejati di dalam dan luar lapangan.
Samuele Ricci melanjutkan, dia audah menemukan kekurangan di semua pemain AC Milan, tapi tidak pada Luka Modric.
“Masih saya cari (kekurangan pemain AC Milan Luka Modric), tapi belum ketemu,” kata Samuele Ricci sembari tertawa.
Luka Modric dan AC Milan bakal sebuah dongeng indah.
AC Milan sejak kalah dari Cremonese di laga pembuka Serie A, tak lagi merasakan hal tersebut.
Hasil pertandingan berikunnya AC Milan, menang vs Lecce (0-2), menang vs Bologna (1-0), mnang vs Udinese (0-3), menang di Coppa Italia vs Lecce (3-0), menang vs Napoli (2-1), imbang vs Juventus (0-0), dan menang vs Fiorentina (2-1).
Dan salah satu yang membuat AC Milan sebaik ini tak lain adalah Luka Modric. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic