LombokPost - Absennya Christian Pulisic, Adrien Rabiot dan Pervis Estupinan di sisi AC Milan membuat dinamisme dan kecerdasan dalam mengeliminasi pressing lawan hilang.
Hasilnya, dua kali berturut-turut AC Milan hanya bermain imbang, melawan Pisa dan kini Atalanta.
Sebelum AC Milan dilanda badai cedera, saat pemain kunci semuanya tersedia, Bologna atau Napoli yang bermain dengan high press bisa dipatahkan.
Saat itu, aliran bola begitu lancar, hasilnya AC Milan terus meraih kemenangan.
Luka Modric dan Alexis Saelemaekers, pemain AC Milan lainnya memang jago dalam hal play making maupun link up play.
Tapi kedua pemain andalan AC Milan ini juga membutuhkan rekan yang hebat juga dalam hal tersebut.
Skuad AC Milan sangat terbatas dan pelapisnya pun belum sepadan.
Kini, kondisi cedera pemain mulai menyadarkan para Milanisti, bahwa skuad AC Milan tidaklah terlalu dalam.
Satu dua pemain inti bermasalah, maka hancurlah harapan terus bermain baik.
Baca Juga: Kabar Terbaru 2 Permata AC Milan, 1 Segera Pulih, 1 Lagi Masuk Nominasi Pemain Terbaik
Kini banyak fans AC Milan mulai sadar, finish di posisi empat besar adalah target yang lebih realistis.
Jangan dulu pikirkan Scudetto Serie A Italia, AC Milan cukup bersaing untuk empat besar.
Jika tak ada pemain baru mumpuni tiba saat jendela transfer Januari mendatang, agaknya AC Milan akan tetap seperti ini.
Begitu rapuh saat ditinggal satu dua pemain inti, itulah AC Milan 2025. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic