LombokPost - Laga panas Tottenham vs MU berakhir dengan drama di detik terakhir. Duel sengit pekan ke-11 Liga Inggris itu berakhir imbang 2-2 di Stadion Tottenham Hotspur, Sabtu (8/11) malam WIB.
Gol telat Matthijs De Ligt menyelamatkan Manchester United dari kekalahan menyakitkan di markas Tottenham Hotspur.
Sejak awal pertandingan, tensi tinggi langsung terasa. Tottenham lebih dulu menekan lewat aksi Richarlison di menit ke-17, namun sundulannya masih melenceng.
Giliran MU membalas lewat Matheus Cunha, tapi usahanya berhasil digagalkan pertahanan Spurs.
Gol pembuka datang di menit ke-33. Setelah tekanan bertubi-tubi di kotak penalti Spurs, Amad Diallo mengirim umpan lambung yang disambut sundulan Bryan Mbeumo.
Bola meluncur mulus ke gawang Vicario dan membawa MU unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Tottenham vs MU makin panas. Tuan rumah tampil menekan dengan tempo tinggi.
Beberapa peluang emas lahir dari kaki Cristian Romero dan Paulinha, namun kiper Lammens tampil gemilang menjaga gawang MU tetap aman.
Usaha Spurs baru berbuah di menit ke-84. Mathys Tel sukses menuntaskan umpan Udogie lewat sepakan keras ke pojok gawang, membuat skor menjadi 1-1.
Drama belum berhenti. Pada menit ke-90+1, sepakan Odobert membentur kepala Richarlison dan membuat bola berbelok masuk ke gawang MU, membalikkan keadaan jadi 2-1 untuk Tottenham.
Namun, kemenangan di depan mata Spurs buyar di masa tambahan waktu. Menit ke-90+6, dari situasi sepak pojok, De Ligt menanduk bola kiriman Bruno Fernandes. Meski sempat ditepis Vicario, bola tetap bergulir ke dalam gawang.
Skor akhir Tottenham vs MU 2-2, membuat kedua tim harus puas berbagi poin di laga penuh emosi ini.
Dengan hasil ini, Tottenham Hotspur naik ke posisi ketiga klasemen sementara Liga Inggris dengan 18 poin.
Sementara Manchester United menempati posisi ketujuh dengan jumlah poin sama, namun kalah selisih gol.
Laga Tottenham vs MU ini sekaligus menegaskan persaingan ketat di papan atas Liga Inggris musim ini, di mana setiap poin bisa menentukan arah perebutan gelar. (***)
Editor : Alfian Yusni