LombokPost - Arsenal bersiap menghadapi periode paling krusial dan menantang di sepanjang musim ini. Selepas jeda internasional November, The Gunners sudah ditunggu jadwal padat dan berat yang akan menguji ketahanan dan mentalitas tim asuhan Mikel Arteta.
Jadwal berat Arsenal ini termasuk dua Derby London yang prestisius, yakni melawan Tottenham Hotspur dan Chelsea, serta sebuah laga krusial di Liga Champions menghadapi raksasa Jerman, Bayern Munich.
Saat ini, Arsenal masih nyaman memimpin klasemen Liga Inggris hingga pekan ke-11 dengan koleksi 26 poin, unggul empat poin atas pesaing terdekat mereka, Manchester City.
Keunggulan ini membuat Arsenal harus ekstra waspada, sebab satu kesalahan di periode jadwal padat ini bisa langsung dimanfaatkan oleh Manchester City untuk memangkas jarak. Periode ini menjadi ujian krusial bagi ambisi Arsenal di kancah domestik.
Setelah para pemain kembali dari tim nasional, Arsenal akan langsung dihadapkan pada dua Derby London yang sarat gengsi di Liga Inggris. Pertama, Arsenal akan menjamu rival abadi mereka, Tottenham Hotspur, pada 23 November di Emirates Stadium.
Kemudian, The Gunners harus bertandang ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea pada 30 November. Baik Tottenham maupun Chelsea merupakan tim kuat, dengan Chelsea berada di peringkat ketiga dan Tottenham di peringkat kelima. Kekalahan di salah satu Derby London ini tentu saja akan sangat merugikan posisi Arsenal di puncak klasemen.
Di tengah-tengah dua Derby London yang menguras energi tersebut, Arsenal juga diwajibkan melakoni laga krusial Liga Champions. Mereka akan menjamu Bayern Munich pada 27 November di Emirates Stadium.
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan duel penentuan di Grup Liga Champions. Saat ini, Bayern Munich dan Arsenal sama-sama mengantongi 12 poin, di mana Bayern unggul tipis melalui agresivitas gol.
Pertarungan melawan Bayern Munich ini akan menjadi ujian krusial untuk membuktikan bahwa Arsenal memiliki mental baja untuk bersaing di level Eropa, sekaligus mempertahankan performa impresif mereka.
Tiga laga berturut-turut, melawan Tottenham Hotspur, Bayern Munich, dan Chelsea dalam rentang waktu yang singkat ini akan sangat menguji kedalaman skuad dan strategi rotasi yang diterapkan oleh manajer Arsenal.
Lolos dari jadwal padat dan berat ini dengan hasil positif akan menjadi penanda kesiapan Arsenal untuk bersaing memperebutkan gelar di musim ini, baik di Liga Inggris maupun Liga Champions.
Editor : Pujo Nugroho