LombokPost - Sky Sport menulis, AC Milan memiliki 28 poin setelah 13 pertandingan Serie A musim ini.
Sedangkan lada pekan yang sama musim lalu, AC Milan hanya memiliki 19 poin.
Hal ini mengindikasikan terjadi peningkatan signifikan dari AC Milan, tak heran mereka kini memimpin di peringkat pertama.
Praktis hanya AS Roma dan Como yang lebih baik peningkatakan poinnya ketimbang AC Milan.
Keduanya +14 poin dibanding musimal, sedangkan AC Milan +9 poin.
Pola AC Milan saat ini, saat kehilangan bola tidak semua orang menekan satu lawan satu secara agresif.
AC Milan lebih memilih ketika bola hilang, semua orang mundur membentuk cangkang kura-kura yang tidak membiarkan lawan menembus pertahanan.
Statistik lain menunjukkan AC Milan berada di posisi terakhir Serie A untuk PPDA dan rata-rata penguasaan bola di bawah 50 persen.
Kepada lawan-lawannya AC Milan seolah berkata "Ambil bolanya kalau mau, kalian tetap tidak akan membobol gawal kami".
Mereka bertahan terutama secara zona, dengan setiap pemain AC Milan berada di area tanggung jawabnya masing-masing.
Tanpa mengejar lawan dan meninggalkan celah yang bisa lawan manfaatkan saat menghadapi AC Milan.
Semua pemain AC Milan berkontribusi untuk membentuk formasi 5-4-1 yang diperkuat dari 3-5-2 tanpa penguasaan bola.
Sebagai contoh, penyerang tengah menjaga playmaker lawan, penyerang kedua bergerak melebar ke kanan, sementara pemain AC Milan lain seperti Adrien Rabiot bergerak turun ke kiri.
Kemudian pemain AC Milan lain seperti Youssouf Fofana menekan dengan agresif.
Untuk pemain tengah AC Milan berikutnya, Luka Modric, dia bertugas memotong jalur umpan dengan kecerdasan visi sepak bolanya, sebagaimana diwartakan Gazzetta. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic