Meski sang megabintang saat ini berkomitmen penuh bersama Inter Miami, Al-Ittihad tetap menaruh minat besar pada kapten tim nasional Argentina tersebut.
Al-Haili menilai bahwa terlepas dari faktor usia, mantan ikon Barcelona tersebut masih memiliki kualitas mumpuni yang dapat meningkatkan nilai kompetitif Liga Pro Saudi jika ia memutuskan untuk menghabiskan sisa karier profesionalnya di Timur Tengah.
Dalam wawancara eksklusif bersama media Spanyol, Marca, Al-Haili menyatakan kesiapannya untuk memberikan penawaran yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah sepak bola.
"Jika Messi setuju untuk bergabung dengan Al-Ittihad, saya akan menawarkannya kontrak di mana ia dapat memperoleh penghasilan sebanyak yang ia inginkan dan selama yang ia inginkan, bahkan seumur hidup," ujar Al-Haili.
Detail Tawaran 1,4 Miliar Euro
Untuk pertama kalinya, Al-Haili mengonfirmasi rincian kontak yang dilakukan pihak klub saat Messi memutuskan hengkang dari Paris Saint-Germain (PSG).
Ia mengungkapkan bahwa Al-Ittihad telah menyodorkan angka fantastis mencapai 1,4 miliar euro atau sekitar Rp 23,5 triliun untuk memboyong pemain berjuluk La Pulga tersebut.
Namun, tawaran bersejarah itu ditolak oleh Messi karena alasan personal dan prioritas keluarga.
"Ia menolak demi keluarganya, meskipun kami telah berusaha membujuknya. Ia tidak ragu-ragu, karena baginya, keluarga lebih penting daripada uang," tambah Al-Haili.
Bagi Al-Haili, keberhasilan mendatangkan Messi bukan lagi soal perhitungan nilai finansial atau strategi bisnis semata, melainkan sebuah bentuk pengakuan tertinggi terhadap sejarah sepak bola.
"Kehadirannya di seragam kami tidak akan memiliki nilai finansial bagi saya. Itu akan seperti merayakan gelar juara sebelum liga dimulai, karena kami akan memiliki pemain terbaik dalam sejarah sepak bola," pungkasnya.
Hingga saat ini, Messi masih menjadi magnet utama bagi proyek besar sepak bola Arab Saudi, meskipun peraih delapan Ballon d'Or tersebut tampak menikmati masa tugasnya di Amerika Serikat.
Editor : Redaksi Lombok Post