LombokPost - Rafael Leao dulunya adalah seorang dribbler sejati milik AC Milan.
Kecepatannya, kemampuan olah bolanya, plus skill yang di atas rata-rata jadi senjata andalan Rafael Leao.
Setelah melewati satu dua pemain, dia biasanya kemudian memberi umpan ke striker AC Milan lain yang sudah menanti di kotak pinalti lawan.
Namun pelan dan pasti Rafael Leao meningagalkan itu semua, terutama paling kentara pada musim Serie A ini.
Berikut rata-rata dribel sukses Rafa per pertandingan di Serie A bersama AC Milan:
• 2019/20: 1,3 (64%)
• 2020/21: 1,3 (62%)
• 2021/22: 2,9 (60%)
• 2022/23: 2,2 (50%)
• 2023/24: 2,3 (56%)
• 2024/25: 1,7 (50%)
• 2025/26: 0,6 (38%)
Musim ini adalah yang terendah bagi Rafael Leao, baik dari persentase keberhasilan dibanding percobaan dribel maupun dari jumlah total dribel.
Mengapa demikian? Itu terjadi bukan hanya karena peran barunya yang membuatnya tidak lagi dominan di sisi kiri, tapi juga karena kondisi fisik.
Cedera soleus di awal musim, lalu cedera adductor, membuat Rafael Leao hampir tidak pernah bermain dalam kondisi 100 persen bersama AC Milan.
Ledakan akselerasinya pun belum kembali sepenuhnya, dan kondisi itu dipengaruhi juga penempatan posisinya oleh pelatih AC Milan Massimiliano Allegri.
Rafael Leao didorong menempati kotak penalti, layaknya peran seorang striker.
Meski begitu, kontribusinya tetap luar biasa 7 gol dan 2 assist bagi AC Milan sejauh ini, menandakan perubahan posisi juga baik bagi efektivitas Rafael Leao.
Dengan 7 gol dan 2 assist, Rafael Leao telah memberikan kontribusi langsung berupa 14 poin untuk AC Milan di musim Serie A ini.
Jumlah itu setidaknya 3 poin lebih banyak dibandingkan pemain AC Milan lainnya.
Rafael Leao di AC Milan musim ini, sebuah transformasi unik dari dribbler menuju finisher sejati. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic