LombokPost - Niclas Fullkrug, striker AC Milan menegaskan dirinya orang Jerman yang terbiasa menahan sakit.
"Jari kaki saya? Bukan misteri, itu memang jari kaki yang patah. Saya orang Jerman, kami kuat, saya bisa menahan rasa sakit," tegasnya.
Ya, dia bermain tidak dalam kondisi 100 persen, bahkan sejumlah analisa sempat memprediksi dia harus absen setidaknya dua laga AC Milan.
"Saya bisa mengatasinya, saya tidak ingin melewatkan satu pun pertandingan bersama AC Milan," tegas Niclas Fullkrug.
Keputusan memainkannya berbuah manis, AC Milan menang 1-0 atas Lecce melalui gol tunggal Niclas Fullkrug.
Ditanya soal bertahan di AC Milan? Dia menjawab sulit untuk mengatakannya setelah baru beberapa minggu, tapi Niclas Fullkrug menegaskan sudah punya perasaan yang sangat baik dengan klub ini.
"Saya senang berada di sini, saya bangga mengenakan seragam ini dan saya mencoba menunjukkannya kepada para fans dan rekan setim bahwa saya benar-benar bahagia dan bersyukur berada di sini. Kita lihat saja nanti," ucapnya.
Datang modal pinjaman, sempat diremehkan,
dipandang sebelah mata, akhirnya Niclas Fullkrug menjadi pencetak gol tunggal AC Milan dan pulang membawa gelar MVP.
Gol Niclas Fullkrug tak lepas dari assist ciamik sayap kanan AC Milan Alexis Saelemaekers.
Baca Juga: Samuele Ricci dan Ardon Jashari Tampil Baik, AC Milan Jaga Asa Scudetto
Sebuah assist yang menurut Niclas Fullkrug selalu diimpikan setiap striker.
Sayangnya, usai laga Alexis Saelemaekers mengalami rasa tidak nyaman, nyeri pada otot aduktor kiri.
Kondisinya akan dipantau selama sepekan ini oleh staf medis AC Milan, untuk melihat apakah ia bisa tampil pada laga melawan AS Roma.
Kondisi Alexis Saelemaekers tampak jelas saat usai laga para pemain AC Milan menyapa fans, dia tertinggal paling belakang, sebelum akhirnya memaksakan diri berlari kecil, kemudian digendong Mike Maignan. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic