Proses negosiasi antara gelandang internasional Turki tersebut dengan manajemen klub dilaporkan telah berlangsung selama beberapa bulan.
Kabar yang beredar menyebutkan terdapat perbedaan angka yang cukup signifikan dalam tuntutan gaji; Yildiz menginginkan €6 juta per tahun, sementara tawaran terakhir Juventus berada di angka €4,5 juta per tahun.
"Saya tidak membicarakan kontrak saya," ujar Yildiz setelah laga yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Juventus tersebut.
"Saya hanya fokus pada lapangan dan apa yang harus saya lakukan di sini. Saya bahagia di Juventus, dan itulah yang penting sekarang," lanjutnya menegaskan komitmen profesionalnya.
Dalam wawancara terpisah dengan TRT Spor, Yildiz juga mengungkapkan sisi emosional mengenai hubungannya dengan pelatih tim nasional, Luciano Spalletti. Ia merasa memiliki ikatan yang sangat kuat layaknya keluarga dengan sang juru taktik.
“Dia bilang dia menyayangi saya seperti anaknya sendiri. Saya merasa hebat di Juventus; ini tim saya. Saya memiliki hubungan khusus dengan pelatih: dia orang yang hebat, dia melakukan banyak hal untuk saya, dan saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya dan tim," ungkap Yildiz.
Selain aspek teknis dan manajerial, pemain bernomor punggung 10 ini juga menyoroti peran krusial para pendukung Juventus. Baginya, antusiasme suporter di Turin merupakan motivasi tambahan dalam setiap pertandingan.
"Antusiasme para penggemar luar biasa. Ketika saya bersama para penggemar, saya merasakan emosi yang luar biasa. Saya melihat kaos saya, saya menandatangani tanda tangan, saya mencoba mampir kapan pun saya bisa. Mereka sangat penting bagi kami dan bagi saya pribadi,” pungkasnya.
Kemenangan atas Benfica ini semakin mengukuhkan performa impresif Yildiz musim ini, di tengah upaya manajemen Juventus untuk segera mencapai titik temu mengenai masa depan kontrak sang bintang muda.
Editor : Redaksi Lombok Post