
LombokPost-Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, terus memantau perkembangan kondisi kesehatan jamaah haji asal NTB yang masih berada di Arab Saudi.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 12 jamaah masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Tanah Suci.
“Update data per hari ini yang dirawat masih 12 orang. Melihat tidak ada penambahan dan mereka masih dalam perawatan,” terang Kepala BKK Kelas I Mataram Herman Nugraha, Kamis (4/6).
Sebagian besar jamaah yang dirawat, merupakan kelompok lanjut usia (lansia) yang sejak awal keberangkatan, memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan jemaah lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga.
Penyakit yang banyak ditemukan pada jamaah yang dirawat antara lain hipertensi, diabetes, gangguan jantung, serta sejumlah penyakit kronis lainnya yang sudah diderita sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Rata-rata yang kita berangkat dari sini kan lansia. Ada yang memiliki hipertensi, diabetes, dan penyakit bawaan lainnya dari tanah air,” katanya.
Selain faktor penyakit bawaan, kelelahan akibat aktivitas ibadah yang padat juga menjadi pemicu menurunnya kondisi kesehatan para jamaah.
Menurut Herman, jamaah haji yang sakit awalnya mendapatkan penanganan oleh tim kesehatan di tingkat kloter.
Namun, saat kondisi mereka terus menurun, maka harus dilakukan pemeriksaan dengan peralatan medis yang lebih lengkap, maka dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




