Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pulang dari Tanah Suci, Kesehatan Jemaah Haji NTB Dipantau 21 Hari

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Jemaah haji Kloter 2 asal Lombok Tengah, saat tiba di Aula BIR ALI II Asrama Haji Embarkasi Lombok, Rabu (3/6). (Kanwil Kemenhaj NTB For Lombok Post).
Jemaah haji Kloter 2 asal Lombok Tengah, saat tiba di Aula BIR ALI II Asrama Haji Embarkasi Lombok, Rabu (3/6). (Kanwil Kemenhaj NTB For Lombok Post).

Advertisement

LombokPost-Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, mengawasi ketat kondisi kondisi kesehatan jemaah haji NTB, saat mendarat di Tanah Air, setelah melakukan perjalanan dari Tanah Suci.  

“Ini adalah SOP yang wajib kita lakukan,” tegas Ketua Tim Kerja 4 BKK Kelas I Mataram Ferry Wardhana, Rabu (3/6).

Kedatangan para jemaah haji, disambut dengan serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan.

Advertisement

Setibanya di Aula Bir Ali II Asrama Haji Embarkasi Lombok, seluruh jemaah langsung menjalani proses screening kesehatan.  

Pemeriksaan diawali dengan pemantauan suhu tubuh menggunakan alat, untuk mendeteksi kemungkinan adanya gejala gangguan kesehatan.

Petugas juga melakukan pengawasan terhadap kondisi setiap jemaah. Apabila ditemukan jemaah yang mengalami keluhan kesehatan, mereka langsung mendapatkan penanganan awal di poliklinik yang tersedia di lingkungan asrama haji.

BKK Kelas I Mataram juga meyiapkan ruangan pemeriksaan khusus, untuk screening penyakit tuberkulosis (TB), terhadap jemaah yang memiliki riwayat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kewaspadaan dan pencegahan penularan penyakit menular.

Petugas juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah yang menunjukkan gejala demam disertai sesak napas.

Terhadap kasus seperti ini dilakukan observasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan. “Semuanya kita awasi ketat,” ujarnya.

Setelah jemaah haji pulang ke rumah masing-masing, mereka tidak serta-merta terbebas dari pengawasan kesehatan. Ferry menegaskan dinas kesehatan (Dikes) kabupaten/kota, tetap melakukan pemantauan selama 21 hari.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Innalillahi, BKK Mataram Ungkap Penyebab Lima Jemaah Haji NTB Meninggal Dunia

Innalillahi, BKK Mataram Ungkap Penyebab Lima Jemaah Haji NTB Meninggal Dunia

Lima jemaah haji asal Embarkasi Lombok (LOP), NTB, meninggal dunia, di Arab Saudi.

Ibadah Haji dan Makna Kurban, Hakikat Kurban Bukan Hanya Menyembelih Hewan

Ibadah Haji dan Makna Kurban, Hakikat Kurban Bukan Hanya Menyembelih Hewan

Haji mengajarkan bahwa hidup ini adalah perjalanan menuju Allah. Setiap tawaf mengingatkan bahwa pusat hidup seorang mukmin hanyalah Allah.

Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Siapkan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina

Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Siapkan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kemenhaj Siagakan 657 Petugas. Timwas DPR RI Apresiasi Layanan Haji 2026. Jamaah menuju Arafah jalani puncak haji

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer