
LombokPost-Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, mengawasi ketat kondisi kondisi kesehatan jemaah haji NTB, saat mendarat di Tanah Air, setelah melakukan perjalanan dari Tanah Suci.
“Ini adalah SOP yang wajib kita lakukan,” tegas Ketua Tim Kerja 4 BKK Kelas I Mataram Ferry Wardhana, Rabu (3/6).
Kedatangan para jemaah haji, disambut dengan serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan.
Setibanya di Aula Bir Ali II Asrama Haji Embarkasi Lombok, seluruh jemaah langsung menjalani proses screening kesehatan.
Pemeriksaan diawali dengan pemantauan suhu tubuh menggunakan alat, untuk mendeteksi kemungkinan adanya gejala gangguan kesehatan.
Petugas juga melakukan pengawasan terhadap kondisi setiap jemaah. Apabila ditemukan jemaah yang mengalami keluhan kesehatan, mereka langsung mendapatkan penanganan awal di poliklinik yang tersedia di lingkungan asrama haji.
Baca Juga: Kloter 2 Lombok Tengah Tiba di Tanah Air, BIZAM Sediakan Area Khusus Sujud Syukur Jamaah Haji
BKK Kelas I Mataram juga meyiapkan ruangan pemeriksaan khusus, untuk screening penyakit tuberkulosis (TB), terhadap jemaah yang memiliki riwayat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kewaspadaan dan pencegahan penularan penyakit menular.
Petugas juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah yang menunjukkan gejala demam disertai sesak napas.
Terhadap kasus seperti ini dilakukan observasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan. “Semuanya kita awasi ketat,” ujarnya.
Setelah jemaah haji pulang ke rumah masing-masing, mereka tidak serta-merta terbebas dari pengawasan kesehatan. Ferry menegaskan dinas kesehatan (Dikes) kabupaten/kota, tetap melakukan pemantauan selama 21 hari.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




