Pereira yang kini berusia 57 tahun telah menandatangani kontrak jangka panjang hingga tahun 2027. Ia datang untuk menggantikan posisi Sean Dyche yang didepak oleh manajemen Forest pada pekan lalu menyusul rentetan hasil buruk.
Tugas Berat Menjauh dari Zona Merah
Kehadiran Vitor Pereira diharapkan mampu memberikan dampak instan bagi performa tim. Saat ini, Nottingham Forest tengah berjuang di papan bawah dengan menempati peringkat ke-17 klasemen Premier League. Forest hanya terpaut tiga poin di atas zona degradasi, sebuah posisi yang sangat rawan bagi kelangsungan mereka di kasta tertinggi Inggris.
Untuk merealisasikan target tersebut, Pereira akan dibantu oleh jajaran staf pelatih kepercayaannya, antara lain:
- Filipe Jorge Monteiro Almeida (Asisten Pelatih)
- Luis Miguel Moreira Da Silva (Asisten Pelatih)
- Bruno Filipe Araujo De Moura (Kepala Kinerja Fisik dan Analisis Lawan)
- Pedro Simao Capela Silva Lopes (Analis Lawan)
Rekam Jejak Penyelamat di Wolves
Nama Vitor Pereira bukan orang asing di kompetisi kasta tertinggi Inggris. Musim lalu, ia sempat mencatatkan torehan impresif saat menangani Wolverhampton Wanderers (Wolves).
Meski kala itu Wolves terpuruk di zona merah, Pereira mampu memimpin tim meraih enam kemenangan beruntun—rekor kemenangan beruntun terpanjang di Premier League musim 2024/2025. Performa gemilang tersebut tidak hanya menyelamatkan Wolves dari jurang degradasi, tetapi juga membawa klub mencetak rekor gol terbanyak sepanjang sejarah mereka di Premier League.
Namun, kariernya di Molineux Stadium berakhir pada awal musim ini setelah manajemen Wolves memecatnya akibat kegagalan tim bangkit dari tren negatif di pembukaan liga.
Kini, dengan pengalaman menyelamatkan tim dari situasi serupa, manajemen Nottingham Forest menaruh harapan besar di pundak Pereira. Ujian pertamanya adalah memastikan Forest tetap bertahan di Premier League dan membangun fondasi tim yang lebih solid untuk musim depan.
Editor : Redaksi Lombok Post