LombokPost - Jens Petter Hauge mantan pemain AC Milan beraksi di San Siro, mencetak gol dan memberikan assist untuk Bodo/Glimt melawan Inter Milan.
Fans AC Milan pun tak kuasa menahan senyum getir, bahagia karena Inter Milan kalah, tapi teringat pemain Norwegia itu pernah bermain untuk klub mereka.
Sekali lagi, pertanyaan muncul, mengapa ia begitu cepat dijual AC Milan pada tahun 2021 setelah semusim dengan lima gol?
Semua bermula pada musim gugur 2020, AC Milan membayar Bodo/Glimt € 4,8 juta.
Keputusan itu dibuat secara instan setelah pertandingan kualifikasi Liga Eropa, saat pemain Norwegia itu juga mencetak gol dan memberikan assist di San Siro.
Jens Petter Hauge kemudian diberitahu selepas game tentang minat Rossoneri, AC Milan.
Paolo Maldini yang saat itu masih bekerja untuk AC Milan secara pribadi menghubunginya melalui panggilan video dan mengundangnya ke Milanello.
Singkat cerita, pada musim 2020-2021, Jens Petter Hauge mencetak lima gol bagi AC Milan.
Satu gol melawan Napoli di Serie A, satu gol penting melawan Sampdoria dalam perebutan zona Liga Champions, dan tiga gol di kompetisi Eropa (dua melawan Celtic dan satu melawan Sparta).
Baca Juga: AC Milan Hadapi Dilema Jelang Derby Melawan Inter Milan, Ini soal Adrien Rabiot
Namun, ia hanya bermain dalam 18 pertandingan di kejuaraan, dan hanya tiga kali sebagai starter AC Milan.
Pada musim panas 2021, Jens Petter Hauge pindah ke Eintracht Frankfurt, awalnya, itu adalah pinjaman sebesar € 1,6 juta dari AC Milan.
Tapi ada klausul pembelian wajib sebesar € 7,5 juta jika mereka tetap berada di Bundesliga, dan secara total, kesepakatan itu bisa menghasilkan hingga € 12 juta untuk AC Milan termasuk bonus.
AC Milan tergiur pada keuntungan cepat, terlebih, pada saat itu, lini serang tim merah hitam sudah dijejali bintang.
Ada Zlatan Ibrahimovic, Brahim Diaz, Samu Castillejo, Ante Rebic, Rafael Leao, Alexis Saelemaekers, Daniele Maldini, dan pada musim dingin, Mario Mandzukic bergabung dengan AC Milan.
Pada musim panas, Olivier Giroud dan Junior Messias ditambahkan, dan tim segera memenangkan Scudetto bagi AC Milan.
Pada akhir musim, Jens Petter Hauge yang membutuhkan lebih banyak waktu bermain untuk berkembang tak dapat dijamin menit bermainnya oleh AC Milan.
Ketika tawaran dari Jerman datang, kedua pihak berpisah tanpa konflik, terlalu singkat, itulah kata yang pas untuk waktu Jens Petter Hauge di AC Milan. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic