LombokPost - AC Milan benar-benar ada dalam momen sulit, baik secara klasemen maupun moral pemain.
Dengan mengalahkan Udinese, sejatinya AC Milan bisa sedikit bernafas lega, menata ulang tim, meningkatkan moral pemain.
Namun nyatanya AC Milan dipermalukan 3 gol tanpa balas oleh Udinese, sehingga peluang menuju kualifikasi Liga Champions belum dapat dipastikan.
Baca Juga: Ardon Jashari Ikut Masuk Daftar Jual AC Milan
AC Milan gagal mendekati Napoli di peringkat 3, malah didekati Juventus yang kini ada di peringkat 4.
Perubahan formasi AC Milan menjadi 4-3-3 sejak awal laga kontra Udinese ternyata tidak membuahkan hasil.
Kini AC Milan kembali terlihat tidak konsisten seperti dulu.
Baca Juga: Boomerang 4-3-3, AC Milan Dibantai Udinese di Kandang Sendiri
Kesalahan besar lainnya menyangkut Rafa Leao, kendati menggunakan formasi 4-3-3, namun dia tetap ditempatkan sebagai penyerang tengah AC Milan.
Rafael Leao memulai pertandingan sebagai penyerang tengah dengan dua pemain AC Milan lainnya, Christian Pulisic dan Alexis Saelemaekers bermain di sekitarnya.
Karena tak maksimal di babak pertama, Rafael Leao kemudian kembali ke posisi biasanya di sayap kiri pada babak kedua.
Baca Juga: Pihak AC Milan dan Robert Lewandowski Segera Bertemu, Kesepakatan Bisa Saja Tercapai
Namun tetap tanpa sekalipun berhasil mengubah jalannya pertandingan atau performanya sendiri.
Saat ia diganti, para penonton tuan rumah yang adalah fans AC Milan, untuk pertama kalinya, berbalik melawan pemain yang sebelumnya dianggap sebagai bintang mereka, dengan sorakan ejekan.
Kondisi ini seolah menunjukkan masalah Rafael Leao bukan cuma soal posisi penyerang tengah atau sayap kiri, tapi pada pemain itu sendiri. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic