LombokPost - Di era Silvio Berlusconi, AC Milan adalah tim yang selalu berjuang untuk posisi terbaik.
Untuk saat ini, rasanya terlalu gampang kalau hanya mengatakan Silvio Berlusconi sudah pergi dan AC Milan sudah tak memiliki uang lagi.
Itu adalah omong kosong besar, karena Silvio Berlusconi tak cuma membawa uang bagi AC Milan, tapi juga ide, gairah, dan ambisi.
Baca Juga: Fabio Capello Bicara Jujur soal Pandangannya terkait Kondisi AC Milan
Fans AC Milan langsung mengenali gairah itu, dan kini juga mereka mengetahui timnya tak sama lagi.
Saat fans merasakan gairah itu, mereka bahkan bisa menerima momen sulit di lapangan, harus diingat, masalah hari ini bukan cuma hasil, AC Milan sudah tidak lagi memberikan rasa Milanismo bagi fans.
Bahkan jika pun akhir musim ini AC Milan mencapai target Liga Champions, evaluasi besar tetap diperlukan, dan itu bukan hanya soal pemain, tapi juga evaluasi terkait manajemen.
Tanpa AC Milan yang lolos Liga Champions, Massimiliano Allegri pasti tak akan bertahan, namun jika pun lolos, masa depannya tetap belum pasti.
Kini juga muncul nama D'Amico untuk calon direktur olahraga baru AC Milan untuk menggantikan Igli Tare.
D'Amico cukup jeli melihat bakat dan jago merekrut pemain yang bersinergi dengan kebutuhan pelatih, menjadi cikal bakal permainan yang fleksibel, lebih atraktif, seperti ketika dia membentuk skuad Atalanta.
Situasi di sekitar AC Milan semakin panas, karena kelompok suporter Curva Sud Milano dikabarkan sebelum pertandingan akan melakukan long march menuju San Siro, dengan protes yang ditujukan kepada manajemen dan kepemilikan RedBird.
Ini bukan sekadar soal hasil di lapangan lagi, banyak fans mulai merasa identitas AC Milan perlahan hilang.