LombokPost - Memprediksi formula dan racikan taktik Julian Nagelsmann bersama Timnas Jerman menjelang Piala Dunia 2026 bukanlah perkara yang mudah. Mantan pelatih Bayern Munich tersebut dikenal sebagai pelatih yang gemar mengutak-atik susunan pemain serta sistem formasi di dalam skuad Timnas Jerman.
Eksperimen tersebut sempat melahirkan lima performa yang dinilai semenjana pada babak kualifikasi, termasuk saat dihajar Slovakia 0-2. Namun, respons instan diperlihatkan anak asuhnya saat membalas lewat kemenangan telak 6-0 di Leipzig. Momen kebangkitan inilah yang diprediksi bakal menjadi cetak biru utama taktik Julian Nagelsmann demi menuntut gairah penuh dari para penggawa Die Mannschaft.
"Kami harus bermain dengan emosi yang meluap-luap," tegas pelatih yang dikenal sangat obsesif terhadap detail strategi tersebut.
Secara historis, resep sukses Der Panzer saat menjuarai dunia pada edisi 1974 dan 2014 adalah dengan mengadopsi kerangka tim yang sedang berjalan sukses di Bayern Munich. Berangkat dari tradisi tersebut, fondasi utama taktik Julian Nagelsmann kemungkinan besar kembali mengandalkan poros Die Roten untuk mengisi pos krusial di skuad Timnas Jerman.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Manchester City Jadi Klub Penyumbang Pemain Terbanyak di Dunia
Nama-nama beken seperti Jonathan Tah, Aleksandar Pavlovic, Leon Goretzka, Jamal Musiala, hingga pemain pengganti super Lennart Karl diprediksi akan menjadi pilar utama. Tak kalah mengejutkan, kiper gaek berusia 40 tahun, Manuel Neuer, bahkan memutuskan membatalkan masa pensiun internasionalnya demi mengawal gawang Timnas Jerman untuk kelima kalinya di ajang Piala Dunia 2026.
Namun, pendekatan taktik ini bukan tanpa risiko besar. Joshua Kimmich, yang ditunjuk sebagai kapten utama, bakal digeser posisinya menjadi bek kanan, bukan sebagai gelandang tengah seperti peran regulernya di klub. Perubahan posisi ini dinilai riskan mengingat Kimmich kerap keteteran dalam situasi duel satu lawan satu.
Keputusan menggeser posisi pemain dalam taktik ini sekaligus menyingkap masalah mendasar dalam tubuh Timnas Jerman saat ini, yaitu minimnya pemain dengan kelas individu yang mumpuni. Sebagai pemimpin di lapangan, Kimmich dinilai belum menyamai level karisma maupun ketangguhan para pendahulunya seperti Lothar Matthäus, Michael Ballack, hingga Philipp Lahm.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Kabar Buruk! Neymar Cedera dan Terancam Absen Bela Timnas Brasil
Sektor pertahanan yang dahulu menjadi kebanggaan luar biasa bagi publik Timnas Jerman kini juga mulai meredup. Skuad saat ini dianggap kekurangan ahli strategi di lini tengah pasca-era emas Toni Kroos maupun Mesut Ozil. Alhasil, beban berat kini berada di pundak staf kepelatihan untuk meramu taktik Julian Nagelsmann agar transisi permainan tim tetap berjalan seimbang.
Titik cerah dan harapan terbesar Die Mannschaft kini justru bertumpu pada kreativitas lini serang. Untuk mengisi peran nomor 10, variasi taktik Julian Nagelsmann sangat dimanjakan dengan melimpahnya opsi pemain berbakat seperti Florian Wirtz, Jamal Musiala, hingga bintang Arsenal, Kai Havertz, yang memiliki skill individu di atas rata-rata.
Kai Havertz kemungkinan besar akan diplot sebagai penyerang tengah bayangan (false nine). Fleksibilitas penyerang Arsenal ini memang tidak perlu diragukan lagi, namun efisiensi dan ketajamannya di depan gawang kerap menjadi sorotan utama. Pembuktian Havertz sangat dinanti karena saat ini skuad Timnas Jerman tidak memiliki striker murni bertipe pembunuh di kotak penalti.
Baca Juga: Mikel Arteta Cuci Gudang, Christian Norgaard Masuk Daftar Jual Arsenal di Bursa Transfer
Di sisi lain, sosok Florian Wirtz yang kini merumput di Inggris bersama Liverpool diprediksi akan menjadi motor serangan utama dalam skema taktik Julian Nagelsmann. Kombinasi kerja keras dan visi bermainnya dinilai sangat langka. Kolaborasi apik antara Wirtz, Havertz, dan Lennart Karl diharapkan mampu meledak dan membawa Timnas Jerman berbicara banyak di Piala Dunia 2026.
Editor : Pujo Nugroho