LombokPost — Perdebatan panjang mengenai siapa yang terbaik antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo tampaknya tidak akan pernah ada habisnya di panggung Sepak Bola Dunia.
Namun, pandangan berbeda yang sangat menyentuh justru dilontarkan oleh striker legendaris Prancis, Thierry Henry.
Menjadi bintang tamu dalam tayangan terbaru Podcast Rio Ferdinand, mantan penyerang Arsenal itu meminta seluruh pencinta kulit bundar untuk menyudahi Rivalitas Messi Ronaldo yang sudah berlangsung selama hampir dua dekade dan mulai menikmati sisa masa keemasan mereka sebelum benar-benar berakhir.
Thierry Henry menilai bahwa membandingkan statistik, trofi, maupun gaya permainan kedua pemain tersebut secara terus-menerus adalah tindakan yang sia-sia.
Menurut sang Legenda Prancis, publik seharusnya merasa beruntung bisa hidup di era yang sama dengan dua pesepak bola terhebat dalam sejarah.
Dia mengingatkan bahwa alih-alih meributkan siapa yang nomor satu, fans sepak bola di seluruh dunia semestinya bersyukur masih bisa menyaksikan sisa-sisa keajaiban yang dihadirkan oleh La Pulga dan CR7 di atas lapangan.
Kekhawatiran terbesar Henry justru terletak pada masa depan dunia olahraga ini ketika kedua ikon tersebut memutuskan untuk gantung sepatu.
Mantan rekan setim Messi di Barcelona itu memprediksi akan ada ruang hampa yang luar biasa besar dan rasa kehilangan yang mendalam di hati para suporter global.
"Bahkan ketika mereka berdua sudah pergi (pensiun), saya tidak ingin membandingkan mereka lagi. Kita semua akan merasa sangat sedih ketika momen itu benar-benar tiba," ujar Henry dalam sebuah sesi wawancara mendalam bersama media olahraga internasional.
Pernyataan emosional dari Henry ini seakan menjadi tamparan lembut bagi publik yang sering kali terjebak dalam perdebatan toksik di media sosial demi membela idola masing-masing.
Baik Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo telah mendominasi penghargaan individu, memecahkan ratusan rekor gila, dan membawa klub serta negara mereka ke puncak kejayaan.
Henry menekankan bahwa keunikan karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing pemain adalah anugerah terbesar yang membuat sepak bola menjadi begitu indah untuk dinikmati tanpa perlu dikotak-kotakkan.
Baca Juga: Demi Tiket 16 Besar, Messi Pilih Bertahan 120 Menit Sampai Kepala Benjol
Memasuki fase akhir karier profesional mereka, tanda-tanda senjakala itu memang kian nyata terasa di mana faktor usia mulai membatasi mobilitas keduanya di turnamen-turnamen besar.
Meski pun demikian, sisa-sisa ambisi dan mentalitas juara yang mereka tunjukkan di atas lapangan masih sering kali menjadi pembeda di saat-saat krusial.
Realitas inilah yang mendasari argumen Henry bahwa setiap menit penampilan yang dilewati oleh kedua pemain tersebut saat ini sudah sepatutnya dihargai setinggi langit, ketimbang dijadikan bahan komparasi yang tidak akan pernah menemui titik temu.
Pada akhirnya, pesan mendalam yang disampaikan oleh Thierry Henry diharapkan bisa mengubah cara pandang para penikmat olahraga paling populer di jagat raya ini.
Suka atau tidak suka, era keemasan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo perlahan tapi pasti sedang berjalan menuju garis akhir. Ketika peluit panjang tanda berakhirnya karier mereka dibunyikan, warisan berharga yang ditinggalkan oleh kedua maestro ini akan tetap abadi, meninggalkan catatan sejarah emas yang mungkin tidak akan pernah bisa diulangi lagi oleh generasi-generasi pesepak bola di masa depan.
Editor : Prihadi Zoldic