LombokPost--Kekalahan dramatis yang dialami Inggris atas Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 pada Rabu (15/7) menjadi momen yang sulit dilupakan bagi Jude Bellingham.
Gelandang muda tersebut mengaku masih kecewa setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan hingga akhirnya takluk dari Argentina.
Dalam wawancara seusai pertandingan, Bellingham mengatakan Inggris sebenarnya mengendalikan jalannya laga untuk waktu yang cukup lama. Namun, semuanya berubah menjelang akhir pertandingan.
"Rasanya sangat menyakitkan. Kami sudah mengendalikan pertandingan begitu lama, lalu melihat semuanya lepas di menit-menit akhir tentu sangat mengecewakan. Kami benar-benar ingin menang, tetapi semua pemain sudah memberikan segalanya di lapangan," ujar Bellingham.
Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah adu argumen singkat antara Bellingham dan Lionel Messi di tengah pertandingan. Banyak yang menilai keduanya sempat terlibat ketegangan.
Namun, Bellingham justru mengakui dirinya sengaja berusaha mengganggu konsentrasi kapten Argentina tersebut.
"Saya rasa itu justru kesalahan saya. Saya mencoba masuk ke pikirannya, mungkin ingin mengganggu fokusnya. Saat itu kami sedang unggul dan semuanya berjalan sesuai rencana," katanya.
Baca Juga: Dominasi Kane-Bellingham di Timnas Inggris Tak Terbendung
Meski begitu, Bellingham menyadari bahwa strategi tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
"Saya tahu selama Messi masih berada di lapangan, pertandingan belum pernah benar-benar selesai. Saya pikir bisa sedikit mengganggunya, tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Saya rasa saya justru membangunkan sesuatu dalam dirinya," ungkapnya.
Pernyataan itu merujuk pada performa Messi yang tampil semakin berbahaya setelah insiden tersebut dan membantu Argentina membalikkan keadaan hingga memastikan kemenangan.
Meski sempat bersitegang di lapangan, Bellingham menegaskan tidak ada masalah pribadi dengan peraih delapan Ballon d'Or tersebut.
"Tidak sama sekali. Messi adalah idola saya. Dalam pertandingan sebesar semifinal, emosi memang tinggi," ujarnya.
Bellingham juga mengungkapkan momen yang menurutnya sangat berkesan setelah pertandingan berakhir. Alih-alih menunjukkan rasa kesal, Messi justru menghampirinya dan memberikan dukungan.
"Setelah peluit akhir berbunyi, dia datang menghampiri saya, berbicara, dan mencoba menghibur saya. Itu sangat berarti. Di kepala saya sempat berpikir mungkin dia membenci saya setelah kejadian tadi, tetapi ternyata tidak. Itu menunjukkan seperti apa sosok dirinya. Saya hanya punya rasa hormat untuknya," tutup Bellingham.
Editor : Kimda FaridaSumber : berbagai sumber