LombokPost- Empat wasit Piala Dunia 2026 yang berstatus papan atas dipastikan tidak akan lagi memimpin jalannya sisa laga krusial di turnamen kali ini.
Isu liar pun langsung berembus kencang di kalangan suporter, yang mengaitkan didepaknya para pengadil tersebut dengan rumor bahwa mereka sempat membuat sang mega bintang, Lionel Messi, emosi di atas lapangan.
Namun, berdasarkan regulasi resmi penunjukan wasit FIFA, tersingkirnya para pengadil elite tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan protes pemain ataupun pengaruh dari Lionel Messi.
Langkah tegas ini murni diambil oleh komite disiplin demi menegakkan prinsip keadilan tertinggi dan menjaga netralitas wasit secara mutlak memasuki fase-fase akhir turnamen yang kian krusial.
Para pengadil lapangan yang resmi disudahi tugasnya lebih awal tersebut adalah duo wasit asal Prancis, Francois Letexier dan Clement Turpin, serta duo wasit populer asal Inggris, Anthony Taylor dan Michael Oliver.
Penyebab utama mereka dipulangkan adalah aturan baku yang melarang seorang wasit memimpin pertandingan apabila negara asal mereka masih bertahan di fase gugur.
Kebijakan ini krusial untuk menghindari adanya benturan kepentingan yang bisa merusak sportivitas.
Baca Juga: Lionel Scaloni Sebut Lionel Messi Menangis Usai Bawa Argentina Comeback Tragis Atas Mesir
Mengingat Timnas Prancis dan Timnas Inggris saat ini sukses menembus babak semifinal, maka secara otomatis seluruh perangkat pertandingan dari kedua negara tersebut dicoret dari daftar penugasan sisa pertandingan Piala Dunia.
Selain aturan internal tersebut, khusus untuk duet pengadil asal Inggris seperti Anthony Taylor dan Michael Oliver, ada alasan sejarah lain yang membuat mereka tidak akan pernah diposisikan untuk memimpin laga yang melibatkan Timnas Argentina.
Faktor pembatas tersebut berakar dari sensitivitas hubungan diplomatik kedua negara pasca-terjadinya Perang Malvinas (Perang Falklands) pada tahun 1982 silam.
Demi menjaga atmosfer pertandingan tetap kondusif dan terhindar dari bias sejarah, otoritas tertinggi sepak bola dunia sejak lama menetapkan kebijakan geopolitik yang melarang wasit Inggris memimpin laga Argentina, begitu pula sebaliknya.
Jadi, narasi soal ancaman atau kemarahan Messi terbukti hanya rumor pemanas suasana.
Dengan absensi empat nama besar tersebut, komite perangkat pertandingan kini sepenuhnya mengandalkan korps baju hitam dari negara-negara netral lain yang sudah tereliminasi.
Para wasit pilihan ini akan mengemban tugas berat mengawal sisa laga paling menentukan, mulai dari semifinal hingga partai final.
Prosedur standar ini sengaja ditegakkan demi memastikan bahwa siapa pun yang keluar sebagai juara dunia nanti, meraihnya lewat kepemimpinan laga yang bersih dan kredibel.
Editor : Kimda FaridaSumber : FIFA