LombokPost— Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) bergerak cepat untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan pasca-kegagalan tim nasional di pentas dunia. Sepeninggal Julian Nagelsmann yang mundur usai kandas di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jurgen Klopp jadi kandidat terkuat menduduki kursi der trainer timnas Jerman.
Proses restrukturisasi lini teknis ini telah memasuki fase krusial dengan keterlibatan sejumlah pihak terkait. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Red Bull, dan agen Klopp terlibat negosiasi kontrak sejak awal pekan ini.
Klopp membenarkan pendekatan DFB untuk menjadikannya sebagai der trainer baru Die Mannschaft –sebutan timnas Jerman. ”Belum ada yang final, tetapi pembicaraan telah berlangsung dan semua bergerak ke arah yang benar,” kata pelatih kelahiran Stuttgart 59 tahun lalu itu saat diwawancarai MagentaTV.
Lampu Hijau dari Red Bull dan Pembahasan Kontrak
Secara administratif, juru taktik asal Jerman tersebut saat ini masih terikat dengan korporasi olahraga global pascamengakhiri masa bakti panjangnya di level klub. Kloppo –sapaan karib Klopp– belum melatih tim mana pun sejak meninggalkan Liverpool FC (LFC) pada akhir musim 2023–2024. Sejak itu, Klopp bekerja di Red Bull GmbH sebagai kepala pengembangan sepak bola global.
Meski demikian, pihak perusahaan dilaporkan memberikan fleksibilitas penuh terkait potensi transisi peran sang pelatih ke tim nasional. Klopp mengaku sudah ada kesepakatan antara dirinya dengan Red Bull. Menurut pelatih terbaik dunia FIFA 2019 dan 2020 tersebut, Red Bull tidak menghalanginya untuk membesut Die Mannschaft. Hanya ada beberapa detail yang harus disepakati kedua belah pihak.
”Idealnya, itu (kesepakatan) akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Setelah itu, keputusan akan dibuat,” tutur Klopp. Sky Sport menyebut, Klopp bisa diumumkan sebagai nahkoda anyar Jerman pada Jumat (24/7/2026).
Dukungan Mario Goetze dan Manajemen Ruang Ganti
Rencana penunjukan sosok berkharisma tersebut mendapatkan respons positif dari jajaran pilar senior yang pernah mencatatkan sejarah bersama tim nasional. Pahlawan Jerman ketika memenangi Piala Dunia 2014, Mario Goetze, memberi dukungan kepada Klopp untuk membesut Die Mannschaft.
Dalam wawancara dengan The Athletic, Gotze menganggap Klopp sebagai kandidat paling tepat karena menguasai manajemen ruang ganti. Kemampuan yang belum tentu dimiliki kebanyakan pelatih.
”Mengatur pemain, mengatur ekspektasi, menyatukan orang sebagai kesatuan, dia dapat memahaminya dengan sempurna,” puji Gotze yang pernah menjadi anak asuh Klopp di Borussia Dortmund.
Komposisi Staf Kepelatihan dan Trio P
Dalam merancang skema kerja di tim nasional, sang pelatih diproyeksikan akan membawa jajaran staf tepercaya yang acap kali mendampinginya di tingkat klub. Setiap membesut klub, Klopp membawa gerbong alias staf kepelatihan sendiri.
Asistennya saat membesut LFC, Pepijn Lijnders, diklaim akan diajak Klopp bergabung ke Die Mannschaft. Selain Pep –sapaan akrab Pepijn Lijnders, ada Peter Krawietz. Satu nama lain yang akan melengkapinya menjadi trio P adalah mantan bek tengah Arsenal, Per Mertesacker.
Mertesacker mengakui, ada pembicaraan antara dia dan DFB untuk jadi asisten Klopp saat menjadi analis pertandingan Piala Dunia 2026 di ZDF. ”Kalau itu yang mereka inginkan, aku tentu saja bersedia,” ucap salah satu pemain dalam skuad Jerman saat juara Piala Dunia 2014.
Editor : Redaksi Lombok Post