LombokPost - Sejak tiba di San Siro pada musim 2019-2020, Rafael Leao menjadi pemain AC Milan dengan catatan statistik keren.
Misalnya, sejak tahun kedatangannya hingga kepergian kali ini, dalam 7 tahun Rafael Leao mencetak 80 gol bagi AC Milan, itu adalah yang terbanyak.
Soal assist, Rafael Leao membuat 55 assist bagi AC Milan, itu juga yang terbanyak.
Baca Juga: Setelah Rafael Leao, Galatasaray Siap Angkut Pemain AC Milan Lainnya
Berikutnya, 372 peluang diciptakan, lagi-lagi yang terbanyak, dan makin membuat kagum, 365 di antaranya dari permainan terbuka AC Milan, bukan set piece bola mati.
Rafael Leao yang dikenal dengan kecepatan larinya juga membukukan 577 dribel sukses yang lagi-lagi adalah yang terbanyak di AC Milan dalam 7 tahun terakhir.
Uniknya, Rafael Leao yang ketap dicap malas mengejar bola justru 126 kali merebut bola di sepertiga akhir lawan, itu adalah yang terbanyak
Baca Juga: Berturut-turut, 3 Pemain AC Milan Ini Pergi di Detik-detik Terakhir
Rafael Leao jelas bukan sekadar mesin gol bagi AC Milan.
Selama bertahun-tahun, ia juga menjadi salah satu sumber kreativitas, dribel, dan ancaman terbesar bagi lini pertahanan lawan.
Kini Rafael Leao sudah memutuskan pergi ke Galatasaray dengan nilai total mendekati € 50 juta.
Baca Juga: Fabrizio Romano Umumkan AC Milan Here We Go Lagi, Kali Ini Omari Hutchinson
Dengan kepergian Rafael Leao, pemain yang memberikan scudetto bagi AC Milan beberapa tahun silam yang masih tersisa di skuad saat ini adalah Mike Makanan dan Fikayo Tomori.
Tapi Fikayo Tomori diyakini tak masuk sirma Ruben Amorim, sehingga kini masuk daftar jual, menyisakan seorang Mike Mainan yang masih bertahan, pemain terakhir yang merasakan scudetto AC Milan.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post Online