LombokPost-Kisah kegagalan transfer kembali membayangi sejarah FC Barcelona di panggung sepak bola internasional. Klub raksasa asal Catalan tersebut ternyata pernah melewatkan peluang emas untuk mendatangkan mesin gol mematikan, Erling Haaland, hanya dengan mahar €20 juta (sekitar Rp 340 miliar) pada 2020 lalu.
Saat masih memperkuat RB Salzburg, nama Erling Haaland sebenarnya sudah masuk dalam radar perburuan striker baru FC Barcelona. Namun, jajaran manajemen FC Barcelona saat itu secara mengejutkan memilih mundur dan enggan merampungkan proses kepindahan bomber muda asal Norwegia tersebut.
Alasan di balik keputusan kontroversial tersebut cukup menggelitik bagi para penikmat sepak bola. Manajemen FC Barcelona menilai gaya bermain Erling Haaland dianggap tidak cocok dengan filosofi, karakter, serta skema permainan khas sepak bola tiki-taka yang diusung klub di Camp Nou.
Baca Juga: Antara Ada dan Tiada, 11 Final Dijalani Haaland Bagaikan Pemain Hilang di Lapangan
Ironisnya, alih-alih merampungkan transfer Erling Haaland, FC Barcelona justru menggelontorkan dana sekitar €18 juta untuk merekrut penyerang Leganes, Martin Braithwaite. Keputusan mendatangkan Martin Braithwaite ketimbang Erling Haaland pun langsung memicu beragam reaksi heran dari publik sepak bola dunia.
Perjalanan waktu kemudian membuktikan betapa fatalnya kekeliruan penilaian yang diambil oleh manajemen FC Barcelona. Usai batal menuju FC Barcelona, Erling Haaland melanjutkan perjalanan kariernya bersama Borussia Dortmund sebelum akhirnya berlabuh ke Manchester City.
Bersama Manchester City, Erling Haaland menjelma menjadi salah satu striker paling menakutkan di muka bumi. Berbagai rekor pencetak gol tercepat berhasil dipecahkan oleh Erling Haaland, sekaligus membawa Manchester City merengkuh trofi-trofi bergengsi di level domestik maupun Eropa.
Baca Juga: Atletico Madrid Tegas Tolak Barcelona, Julian Alvarez Dipastikan Batal Pindah ke Camp Nou
Sementara itu, perjalanan karier Martin Braithwaite di FC Barcelona tidak berumur panjang dan gagal memberikan dampak signifikan bagi lini serang tim. Kontrasnya nasib kedua penyerang ini makin mempertegas besarnya kesalahan langkah yang diambil oleh jajaran petinggi FC Barcelona pada jendela transfer 2020.
Kini, keputusan melepas Erling Haaland demi Martin Braithwaite selalu dikenang sebagai salah satu blunder transfer terbesar dalam sejarah modern FC Barcelona. Publik Camp Nou kini hanya bisa membayangkan betapa mengerikannya lini depan tim jika Erling Haaland benar-benar berseragam FC Barcelona.
Editor : Kimda FaridaSumber : Mundo Deportivo