
LombokPost - Kondisi ekosistem hutan mangrove di kawasan pesisir Lombok Barat kian mengkhawatirkan.
Vegetasi mangrove dari Kecamatan Lembar hingga Sekotong kini rusak dan berada dalam kondisi kritis.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan parah terjadi dari Dusun Cemare, Kecamatan Lembar, hingga Tanjung Karang, Sekotong Tengah.
Baca Juga: Tata Ekowisata Padak Guar Lombok Timur, PLN UIP Nusra Tanam 3.000 Mangrove
Kawasan benteng pesisir ini terancam punah jika tidak segera ditangani.
Kondisi ini mendapat sorotan dari Guru Besar Universitas Mataram (Unram), Prof. Markum.
Ia menilai kawasan mangrove kini menjadi arena perebutan kepentingan ekonomi dan penguasaan lahan.
”Mangrove kerap dipandang sekadar benteng alami pesisir. Namun ketika nilainya meningkat melalui ekowisata, banyak pihak datang membawa kepentingan. Di situ ironi bermula,” ujar Prof. Markum.
Ia menyayangkan masyarakat lokal yang merawat mangrove kerap tersisih oleh pemilik modal. Menurutnya, konservasi harus memastikan perlindungan hak warga setempat.
”Program penanaman kembali mangrove harus berdampak berkelanjutan,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sekotong, Seneng, membenarkan adanya titik kerusakan tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




